Indeks saham di Asia merangkak naik karena investor berkeyakinan bahwa Federal Reserve tidak akan memberi kejutan pada pelaku pasar dan mempertahankan program stimulus moneter untuk paling tidak beberapa bulan ke depan.

Pasar tampak beroperasi dengan asumsi pernyataan kebijakan Federal Reserve tidak berlawanan dengan konsensus pasar bahwa penarikan program pembelian aset senilai $85 miliar per bulan tidak akan mulai sebelum Maret 2014.

Data Industrial Output Jepang tumbuh 1.5% di bulan September dari bulan sebelumnya di dorong oleh peningkatan volume produksi otomotif dan komponen elektronik yang menambah bukti pemulihan pada ekonomi terbesar ketiga di dunia semakin kuat. Pertumbuhan bulan September ini bertolak belakang dengan penurunan 0.9% yang terjadi di bulan Agustus.

IHSG naik tipia 12.1 poin (0.27%) dan di tutup di level 4574.9 dengan Market Breadth yang positif karena jumlah saham naik lebih banyak dari jumlah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 3 poin (0.30%) ke level 769.1. Investor asing menarik IDR255 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa berakhir flat karena investor ingin mengetahui apakah Federal Reserve di akhir pertemuannya akan mempertahankan kebijakan Quantitaive easing.

Dari Eropa sendiri, ekonomi Spanyol dilaporkan tumbuh 0.1% di Kuartal III yang berarti negara itu berhasil keluar dari resesi selama 9 Kuartal. Jumlah pengangguran di Jerman secara tak terduga naik ke level tertinggi sejak Juni 2011. 2000 orang kehilangan pekerjaan di bulan Oktober, namun Tingkat Pengangguran tetap 6.9%, secara historis masih sangat rendah.

Indeks saham utama di Wall Street melemah karena investor mencerna pernyataan kebijakan Federal Reserve yang secara umum sesuai ekspektasi namun juga membuat sejumlah pengamat berpendapat perubahan kebijakan dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan. 

Dari sisi ekonomi, data ADP Employment Report memperlihatkan sektor swasta menambah 130.000 pekerja di bulan Oktober, lebih renda dari estimasi 150.000. Inflasi umum bulan September AS tumbuh 0.2% dan inflasi inti tumbuh 0.1%.



Secara katalis yang mempengaruhinya IHSG berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, setelah hasil rapat FOMC mengumumkan penundaan tapering sehingga pembelian bonds sebesar USD85 miliar akan tetap dilakukan sampai data dan indikator ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penguatan yang signifikan.

Hal tersebut dapat membuat dana asing kembali masuk untuk jangka waktu pendek, namun ke depannya ketidakpastian diprediksi akan masih mewarnai IHSG.

Secara teknikal IHSG, pergerakan IHSG menunjukkan psikologis pasar yang tidak menentu dengan volume trading yang relatif rendah kemarin. Stochastik mengindikasikan bearish momentum dalam keadaan overbought, sedangkan Bill William menunjukkan momentum negatif. Range support-resistance IHSG pada 4568-4702. Rekomendasi speculative buy untuk MNCN, KLBF, ADRO, trading buy untuk CPIN.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top