Kejutan Kenaikan BI Rate, November 2013
Bank sentral Indonesia secara tak terduga menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7.50% dengan alasan untuk dapat mengelola defisit neraca berjalan secara lebih baik.

Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas deposito (dulu FASBI) sebesar 25 basis poin menjadi 5.75% dan suku bunga Fasilitas Pinjaman dengan besaran yang sama menjadi 7.5%.

Dengan langkah yang terakhir ini, BI telah menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 1.75% sejak awal Juni untuk menopang nilai tukar IDR dan meredam inflasi, smentara Pemerintah memp[rediksi pertunbuhan ekonomi tahun depan akan lebih lambat karena pengetatan belanja Pemerintah untuk memperkecil defisit neraca berjalan.

Defisit neraca berjalan Indonesia, yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran investor, memperparah penurunan nilai tukar IDR dan anjloknya pasar saham ketika ketakutan atas penarikan stimulus moneter oleh Federal Reserve menghantam pasar negara berkembang (emerging markets) awal tahun ini. 

Komentar : 
Keputusan ini cukup mengejutkan karena diambil BI ditengah kelesuan pertumbuhan ekonomi dan redanya laju inflasi.
Memang secara historis dan teori (Taylor Rule) suku bunga masih rendah. Namun ketika suku bunga tidak berubah pada 5 bulan pertama tahun ini, pertumbuhan dengan sendirinya sudah melambat.
Yang kami khawatirkan adalah jika pertumbuhan ekonomi Kuartal IV kurang dari 5.5%, maka Tingkat Pengangguran Terbuka akan meningkat tajam.(jasa)

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top