Setelah turun selama 3 hari beruntun, indeks saham di Asia naik tipis, dengan investor mengalihkan perhatian pada hari terakhir Musyawarah nasional (Munas) Partai Komunis China untuk mencari informasi mengenai agenda ekonomi selama 10 tahun ke depan.

Setelah melakukan pertemuan tertutup selama 4 hari, Munas partai Komunis berakhir Selasa malam dengan semua mata tertuju pada pemaparan cetak biru (blueprint) perekonomian China untuk satu dekade mendatang.

Beijing berusaha keras menyeimbangkan antara kebutuhan memperbaiki ekonomi terbesar kedua di dunia tanpa menganggu stabilitas dan memperkuat cengkraman kekuasaan Partai Komunis.

IHSG tersandung 61.1 poin (-1.38%) dan di tutup di level 4380.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 12 poin (-1.61%) ke level 731.2. Investor asing menarik IDR463.3 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Mayoritas indeks saham di Eropa turun, di picu oleh pelemahan harga saham di sektor perbankan dan komoditas seiring dengan pengumuman agenda reformasi China untuk satu dekade mendatang.

Partai Komunis China berjanji untuk membiarkan pasar mengambil peranan yang penting dalam pengalokasian sumber daya dan menyatakan bahwa hasil nyata dari agenda reformasi ekonomi akan terlihat nyata pada tahun 2020.

Dalam pernyataan pernyataan sebelumnya, Partai Komunis China menggambarkan pasar memerankan peranan yang mendasar pada pengalokasian sumber daya, artinya bahasa baru yang di gunakan dalam pernyataan Partai Komunis China bisa diartikan sebagai peningkatan peranan pasar.

Mayoritas indeks saham utama di Wall Street turun investor berspekluasi mengenai kapan Federal Reserve mengurangi stimulus. Pasar mendapat tekanan dari komentar beberapa pejabat Federal Reserve. President Federal Reserve Atlanta Dennis Lockhart mengatakan stimulus dapat di tarik mulai bulan Desember. Presiden Federal Reserve Dallas Richard Fisher memberi peringatan dengan mengatakan stimulus moneter dari the Fed tidak mungkin berlangusung selamanya.

IHSG masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif yang datang dari dalam negeri di antaranya kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan BI rate 25 bps ke level 7.5%, serta pertumbuhan kredit perbankan secara rill yang turun di bulan September ke level 19.9% dari 20.2% di Agustus.

Dari luar negeri, terdapat spekulasi baru mengenai tapering oleh the Fed yang diisukan akan mulai diberlakukan mulai bulan depan.

Secara teknikal IHSG berada dalam fase bearish jangka pendek, dengan indikator stochastic menunjukkan terjadinya dead-cross. Investor disarankan untuk keluar dari pasar. IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran support-resistance 4363-4457 dengan level support sebagai stop lossnya.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top