Bagi anak kecil bermain api atau pisau cenderung menjadi sebuah larangan yang mutlak. Kalau kita bermain api kita akan terbakar, dan kalau kita bermain pisau akan terpotong. menggunakan pisau kalau tidak berhati-hati pun dapat melukai pemakainya. Bagaimana kalau ada pisau yang sedang jatuh dan kita mencoba untuk menangkapnya. Ada 2 kemungkinan kita beruntung untuk dapat menangkap pegangan dari pisau tersebut sehingga kita tidak terluka atau kemungkinan kedua kita menangkap mata pisaunya dan kita akan terpotong oleh pisau tersebut.
Mitra investor, menangkap pisau yang jatuh sama halnya kita menangkap harga saham yang sedang turun. Umumnya Paradigma awal yang dipelajari para investor adalah belilah secara bertahap pada saat harga saham sedang turun (average down). Langkah ini relative kurang tepat walaupun terkadang bila sedang “BERUNTUNG” teknik ini adalah strategi yang bagus untuk mendapatkan harga terendah dari saham yang sedang turun tersebut (Brendon Sediono). Namun yang umum terjadi adalah pada saat melakukan averaging down dan akhirnya capital yang ada sudah habis diinvestasikan, harga saham tersebut malah berlanjut turun. William O’Neal pada bukunya “How to make Money in Stock” mengatakan bahwa harga saham yang murah karena sedang turun akan semakin murah, sebaliknya harga saham yang mahal karena sedang naik akan semakin mahal. Ketika saham tersebut turun bukan berarti harga saham tersebut sudah paling murah kita tidak tahu sampai kapan saham tersebut akan terus turun (Lanjar Nafi).
Jadi kapankah kita harus membeli? Bukankah akan lebih aman mengambil pisau yang sudah berada di lantai. Bukankah akan lebih menguntungkan membeli saham pada saat saham tersebut mulai akan naik? Ikuti trend pasar, mulailah membeli pada saat volume pembeliannya meningkat (Joshua Tjandra)
Mitra investor jangan takut membeli di harga yang lebih mahal kalau kita mendapat lebih banyak kepastian saham tersebut akan naik. “ Buy High, Sell Higher”.

0 comments:
Post a Comment