Mayoritas indeks saham di Asia naik setelah Presiden Barack Obama menandatangani kesepakatan anggota Kongres untuk menghindari gagal bayar (default) dan membuka kembali instansi Pemerintah setelah ditutup lebih dari 2 minggu.
Kesepakatan ini memperpanjang otoritas meminjam Pemerintah AS hingga 7 Februari dan menyediakan dana operasional bagi instansi Pemerintah hingga 15 Januari. Pengamat menilai kesepakatan ini hanya akan meredam kekecewaan dalam jangka pendek namun tidak memecahkan akar permasalahan sehingga akan terjadi lagi perseteruan politik dalam 2 bulan ke depan.
Bank Of Japan (BOJ) dilaporkan tengah mempersiapkan rencana untuk memperluas 3 fasilitas pinjaman yang berhasil menyalurkan pinjaman senilai $81 miliar dalam 3 tahun terakhir, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk memaksa sektor perbankan Jepang menyalurkan kredit.
Program ini mulai di rancang pada masa kepemimpinan mantan Gubernur Masaaki Shirakawa antara 2010 dan 2012 sebagai cara BOJ untuk mendukung fungsi intermediari perbankan sementara menahan tekanan politik untuk lebih melonggarkan kebijakan moneter.
IHSG naik 26.7 poin (0.59%) dan di tutup di level 4518.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.6 poin (0.61%) ke level 761.9. Investor asing menarik IDR409.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat tipis, di topang oleh Laporan Keuangan Nestle yang solid, sementara investor tidak beraksi berlebihan atas politisi AS yang akhirnya mencapai kesepakatan menambah batas utang dan sehingga menghindari kondisi gagal bayar dalam jangka pendek.
Indeks saham utama di Wall Street menguat dan mendorong indeks S&P 500 di tutup pada level tertinggi seiring beralihnya perhatian pelaku pasar dari panggung politik AS ke rilis Laporan Keuangan emiten yang meliputi kinerja dari IBM, American Express dan Goldman Sachs.
Dari sisi ekonomi, data Philadelphia Fed Survey turun ke level 19.8 di bulan Oktober dari 22.3, bertahan di teritori positif selama 5 bulan beruntun.
IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan sentimen utama masih datang dari Amerika Serikat, diantaranya angka jobless claim yang menunjukkan angka di atas ekspektasi, dan kemungkinan penundaan tapering pada program QE3 dikarenakan government shutdown yang sempat berlangsung hingga 16 Oktober kemarin.
Lebih jauh, Dagong Global Credit Rating Co. memangkas peringkat utang Amerika Serikat dari A menjadi A-, hal tersebut membuat lonjakan pada harga emas dunia dengan spekulasi tapering akan ditunda lebih lama lagi.
Dari dalam negeri, dana asing yang meninggalkan pasar modal Indonesia semakin besar kemarin, sebesar Rp352.58 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dijual di antaranya BMRI, ASII, GGRM, BBRI, dan INDF.
Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish consolidation dengan indikator stochastic berada di area overbought dan menunjukkan bearish momentum. IHSG diprediksi melemah pada kisaran support-resistance 4457-4568 dengan potensi penurunan di level 4363 jika support ditembus. Rekomendasi partial sell untuk ICBP, INDF, speculative buy untuk INCO, LPKR.
0 comments:
Post a Comment