Indeks saham di Asia bergerak mixed seiring investor yang cemas lebih memilih menunggu apakah Washington mampu mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas utang (debt ceiling) tepat sebelum tenggat waktu 17 Oktober, dimana setelah tanggal itu Pemerintah AS akan kehabisan cara untuk meminjam.

Jika Washington tidak mencapai kesepakatan hingga 17 Oktober, Pemerintah AS secara hukum tidak bisa menambah jumlah utang nasional dan harus bergantung pada setiap pemasukan pendapatan dan sekitar $30 miliar dana tunai yang di tangan untuk melunasi berbagai kewajiban. 

Dana tunai itu akan segera habis dan Washington akan mulai kesulitan melunasi pinjaman di minggu minggu mendatang. Krisis finansial global dapat menyusul jika investor menilai surat utang AS, yang digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam transaksi keuangan , tidak lagi memberi rasa aman yang cukup. 

Dengan pembayaran bunga utang dalam jumlah besar yang jatuh tempo pada 31 Oktober dan $58 miliar kewajiban lain lain jatuh tempo hari berikutnya, pengamat menandakan 31 Oktober sebagai kemungkinan terjadinya gagal bayar (default) jika Kongres masih gagal mencapai kesepakatan. 

IHSG melemah 27.7 poin (-0.61%) dan di tutup di level 4492.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 6 poin (-0.79%) ke level 757.3. Investor asing menarik IDR300.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa naik karena investor meyakini kesepakatan akan segera tercapai untuk menghindari AS dari situasi gagal bayar dan sekaligus mengakhiri kebekuan roda pemerintahan.

Indeks saham utama di Wall Street naik setelah pemimpin Senat mengumumkan kompromi untuk menaikkan batas utang AS. Kesepakatan ini akan memperpanjang otoritas meminjam Pemerintah AS hingga 7 Februari, meskipun Kementerian Keuangan AS mempunyai cara untuk memperpanjang kapasitas meminjam setelah tanggal tersebut jika Kongres gagal mengambil tindakan di awal tahun  depan. 

Kesepakatan ini juga akan mendanani kegiatan Lembaga Negara hingga Januari 15.

Sentimen yang mewarnai IHSG hari ini datang dari Amerika Serikat di mana Senat telah setuju untuk menghentikan government shutdown dan meningkatkan pagu utang pemerintah Amerika Serikat. Hal ini masih menunggu tanda tangan Presiden Obama untuk menjadi efektif.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat dilaporkan mengalami perlambatan pada empat district dan tumbuh normal pada delapan district lainnya. Hal ini terkait dengan permasalahan fiskal yang terjadi di pemerintahan Amerika Serikat.

Secara teknikal IHSG berada pada bearish movement, stochastic berada di area overbought dan terjadi dead cross yang memberi potensi downside cukup besar. Kisaran support-resistance IHSG pada 4417-4514, dengan rekomendasi partial sell untuk AALI, PTBA, UNTR, SMGR.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top