Pertumbunan Penanaman Modal Asiang (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia melambat selama Kuartal III, tanda investor mulai khawatir atas sentimen nasionalis yang bercampur dengan urusan ekonomi dan ketidakpastian pplitik menjelang Pemilihan Umum 2014. 

Realisasi PMA atau FDI tumbuh 18.4% (Y/Y) menjadi IDR67 triliun ($5.9 miliar) di Kuartal III, melambat dari pertumbuhan 18.9% (Y/Y) di kuartal sebelumnya.

Investor domestik menanamkan IDR33.5 triliun, naik dari IDR25.2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Total Realisasi Penanaman Modal Langsung di Kuartal III mencapai IDR100.5 triliun ($8.9 miliar), kenaikan 23% (Y/Y) dan untuk pertama kalinya angka ini menembus IDR100 triliun.

Dalam 9 bulan pertama 2013, total investasi naik 28% menjadi IDR293.3triliun, setara dengan 75% dari target Pemerintah untuk tahun 2013 yang sebesar IDR390 triliun.

Total investasi terdiri dari IDR199.2 triliun yang berasal dari pemodal asing sementara IDR94.1 triliun datang dari investor domestik. 

Setahun terakhir ini, Pemerintah sudah menetapkan pajak ekspor atas bahan tambang mineral, mengeluarkan regulasi yang memaksa perusahaan tambang asing mengurangi saham kepemilikannya pada perusahaan tambang lokal, memperketat kuota impor daging dan komoditas hortikultura serta membatasi keepemilikan asing pada sektor perbankan. 

Menurut pengamat, ini semua dilakukan untuk menarik simpati kubu nasionalis dalam Pemilu tahun depan.   

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top