Indeks saham di Asia turun terseret oleh keraguan atas kekuatan pemulihan di dua ekonomi terbesar kawasan itu.
Jepang merilis data inflasi yang memberikan sinyal tidak pasti mengenai efektifitas strategi revitalisasi ekonomi PM Shinzo Abe yang bertujuan mengeluarkan Jepang dari stagnasi dan deflasi yang sudah terjadi 2 dekade.
Inflasi inti (Core CPI), tanpa mempertimbangkan kenaikan harga bahan makanan, tumbuh 0.7%, lebih lambat dari laju inflasi 0.8% di bulan Agustus. Jika memperhitungkan kenaikan harga bahan makanan, inflasi tumbuh 1.1%.
Ekonomi Korea Selatan di Kuartal III 2013 mencatatkan ekspansi tercepat dalam hampir 2 tahun di dorong oleh peningkatan investasi swasta dan belanja konsumen.
Ekonomi terbesar keempat di Asia itu tumbuh 3.3% (Y/Y) di Kuartal III, tertinggi dalam 7 Kuartal, memperlihatkan bahwa momentum pemulihan ekonomi semakin besar. Dibanding kuartal sebelumnya, ekonomi ekspansi 1.1% atau tidak berubah dari pertumbuhan di Kuartal II.
IHSG turun 14 poin (-0.30%) dan di tutup di level 4580.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 2.9 poin (-0.37%) ke level 771.8. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing bertambah 34.3 poin (0.75%) dan 4.1 poin (0.53%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR141.1 miliar keluar dari pasar saham domestik, menambah total Net Sell asing minggu lalu menjadi IDR163 miliar.
Indeks saham di Eropa secara umum melemah setelah data Ifo Germany Business Confidence keluar mengecewakan dan karena investor mencerna laporan keuangan yang tidak memuaskan dari Volvo dan Renault, namun data pertumbuhan GDP Inggris berhasil memperkecil penurunan.
Indeks saham utama di Wall Street ditutup dalam teritori positif, dengan dJIA dan S&P 500 memperpanjang trend kenaikan menjadi 3 minggu beruntun, setelah pertumbuhan pendapatan pada laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi seperti Microsoft dan Amazon.com memberi kejutan manis bagi para investor.
IHSG berpeluang menguat pekan ini dengan beberapa katalis utama di antaranya hasil rapat FOMC yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Oktober ini. Diperkirakan hasil rapat tersebut akan mengumumkan penundaan tapering pada program QE3.
Dari dalam negeri, rilis data inflasi dan perdangan Indonesia yang diperkirakan membaik seiring penguatan rupiah diperkirakan akan menjadi katalis positif lainnya.
Lebih jauh, investor dapat mengamati rilis kinerja keuangan kuartal ke 3 para emitten yang mulai dipublikasikan.
Secara teknikal IHSG berada pada fase konsolidasi dengan potensi penguatan terbatas. Indikator stochastic menunjukkan pergerakan konsolidasi yang juga dikonfirmasi oleh ADX. Range support resistance di 4568-4722, dengan rekomendasi speculative buy untuk MAPI, ACES, SMGR dan partial sell untuk WSKT.
0 comments:
Post a Comment