IHSG pada hari ini berpeluang untuk bergerak mixed dipengaruhi oleh sentimen-sentimen yang ada baik dari dalam maupun luar negeri. Pasar masih menunggu keputusan UMP 2014 yang akan diumumkan 1 November ini, di mana kenaikan yang terlampau tinggi dapat memperburuk outlook sektor riil terutama manufaktur dan sektor-sektor padat karya lainnya.
Lebih jauh, pasar juga menunggu hasil dari rapat FOMC di Amerika Serikat yang akan mengumumkan keputusan mengenai tapering pada program QE3. Data-data dari Amerika Serikat menunjukkan penjualan sektor retail kecuali dari penjualan mobil mengalami peningkata sebelum diberlakukannya government shutdown, sedangkan consumer confidence turun secara signifikan dikarenakan isu politik di Amerika Serikat yang berpotensi mengganggu situasi perekonomian di negara tersebut.
Secara teknikal IHSG mulai memasuki bearish trendnya, dengan indikator stochastic yang dead cross dan mengindikasikan potensi pelemahan yang cukup besar. Range support resistance IHSG pada 4457-4568, dengan rekomendasi partial sell untuk CTRA, LPKR, AKRA, dan speculative buy untuk SMGR.
Mayoritas indeks saham di Asia melemah karena investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini untuk mencari indikasi kapan bank sentral AS akan mulai mengurangi program stimulus moneternya.
Pasar, sebelumnya, mengharapkan penarikan stimulus akan mulai tahun ini, namun harapan itu bergerser ke tahun depan seiring dengan mulai melambatnya laju pemulihan ekonomi AS. Isi dari pernyataan the Fed minggu ini akan akan di analisa untuk mencari petunjuk kapan proses penarikan stimulus akan dimulai. Sedikit saja perubahan dari ekspektasi dapat mengguncang pasar saham global.
Data penjualan ritel Jepang tumbuh 3.1% (Y/Y) di bulan September, menandakan kenaikan secara 2 bulan beruntun dan merupakan tanda bahwa belanja pribadi masih menjadi penopang ekonomi Jepang.
Belanja Rumah Tangga selama bulan September mencatatkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi dengan tumbuh 3.7% (Y/Y), terbesar dalam 6 bulan dan menyusul penurunan 1.6% (Y/Y) di bulan Agustus.
Tingkat Pengangguran Jepang turun tipis menjadi 4% di bulan Septemebr dari 4.1%.
IHSG kehilangan 27.8 poin (-0.60%) dan di tutup di level 4562.8 dengan Market Breadth yang negatif karena jumlah saham turun hampir dua kali lipat jumlah saham naik. Indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 6.7 poin (-0.87%) ke level 766.1.
Indeks saham di Eropa menguat di dorong oleh laporan keuangan yang memuaskan dari BP, Saipem dan Nokia sementara investor masih menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Indeks saham utama di Wall Street naik, dengan DJIA dan S&P 500 mencapai level penutupan tertinggi di picu rilis laporan keuangan Pfizer dan rencana buyback saham IBM.
Tingkat kepercayaan konsumen AS di bulan Oktober anjlok ke level terendah dalam 6 bulan seiring dengan rendahnya ekspektasi. Data Consumer Confidence Index turun ke level 71.2 dari 80.2 di bulan September.
0 comments:
Post a Comment