Akselerasi pertumbuhan ekonomi China mendorong pergerakan naik indeks saham di Asia seiring berlalunya drama utang Pemerintah AS. Pertumbuhan ekonomi China rebound di Kuartal III menjadi 7.8% (Y/Y) dari tingkat terendah dalam 2 dekade, 7.5% (Y/Y) di Kuartal II, di tolong oleh kebijakan stimulus Pemerintah.

Perbaikan ini meredam ketakutan perlambatan lebih dalam yang dapat menekan ekonomi dunia. Namun pengamat memperingatkan rebound tidak berumur panjang karena di topang oleh belanja Pemerintah di tengah masih lemahnya permintaan global.

3 dekade mencatatkan ekspansi double digit yang dipicu oleh ekspor dan investasi, Beijing berusaha menggeser atau merestrukturisasi bauran ekonomi supaya aktifitas lebih mengarah pada konsumsi. Data terkini memperlihatkan China masih jauh dari bertumpu pada konsumsi sebagai mesin utama pertumbuhan.

Di 9 bulan pertama tahun 2013 ini, Konsumsi hanya menyumbang 46% terhadap pertumbuhan, jauh lebih sedikit dibanding dengan 56% yang disumbangkan oleh Investasi. Ekspor justru mengurangi 1.7% dari pertumbuhan.

IHSG naik 27.6 poin (0.61%) dan di tutup di level 4546.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 5.8 poin (0.76%) ke level 767.7. Di minggu perdagangan yang pendek, IHSG dan LQ-45 masing masing merangkak 26.7 poin (0.59%) dan 4.4 poin (0.58%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR95 miliar keluar dari pasar saham domestik, mendorong total Net Sell Asing minggu lalu menjadi IDR804 miliar.

Indeks saham di Eropa secara serentak melakukan rally dan di tutup menguat didorong oleh data pertumbuhan China dan ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan stimulus moneter untuk beberapa bulan ke depan. 

Indeks saham utama di Wall Street naik dengan S&P 500 melanjutkan pemecahan rekor dan mencatatkan kinerja mingguan terbaik sejak pertengahan Juli karena investor menyambut baik laporan keuangan dari Google dan morgan Stanley.


Perdagangan pekan lalu di US diwarnai oleh pergerakan positif yang diikuti oleh pergerakan positif di bursa eropa. pagi ini bursa-bursa di asia ikut bergerak positif menyambut spekulasi kemungkinan FED akan mendelay pengurangan stimulus.

Data-data dari Jepang menunjukkan eksport dan import negara tersebut tumbuh di bawah ekspektasi, menandakan pergerakan ekonomi di negara tersebut masih belum mencapai titik optimal.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi dengan indikator stochastic berada pada area overbought, mengindikasikan potensi pelemahan. Stop loss level 4457, dengan target pelemahan di level 4363 jika level tersebut ditembus. Kisaran support-resistance pada 4457-4568. Rekomendasi partial sell untuk PTBA, speculative buy untuk ASRI, ACES, dan trading buy untuk BMTR.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top