Indeks saham di Asia menguat setelah politisi di AS memberi indikasi kemungkinan sebuah kesepakatan anggaran yang bersifat bipartisan akan segera di umumkan.

Bursa saham di Singapura, Malaysia, Indonesia dan Filipina tutup karena hari libur nasioanal.

Detil dari kemungkinan kesepakatan anggaran muncul setelah pemimpin faksi mayoritas Senat Harry Reid mengakhiri pembicaraan dengan koleganya dari Partai Republik Mitch McConnell Senin malam dan mengatakan kesepakatan pendanaan jangka pendek dapat di umumkan hari Selasa waktu setempat.

Menurut laporan Reuters, kesepakatan ini akan mengakhiri kebekuan aktifitas Pemerintahan AS dan menaikkan batas utang (debt ceiling) cukup untuk meliputi kebutuhan pinjaman AS hingga pertengahan February 2014.

Menjelang libur akhir pekan yang panjang, IHSG naik 33.2 poin (0.74%) dan di tutup di level 4519.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 8.1 poin (1.07%) ke level 763.3. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing melonjak 130.6 poin (2.97%) dan 30.4 poin (4.15%). Investor asing Jumat lalu mencatatkan Net Buy IDR20.7 miliar sehingga mengurangi total Net Sell Asing minggu lalu menjadi IDR303 miliar.

Indeks saham di Eropa naik seiring terlihatnya kemajuan pada usaha politisi AS mengakhiri kebuntuan fiskal. 

Index saham DAX 30 di Jerman tutup pada level tertinggi dalam sejarah di dorong oleh data ZEW economic sentiment bulan Oktober yang naik dari level 49.6 menjadi 52.8, melebihi rata rata jangka panjang dan memberi indikasi pemulihan ekonomi semakin meluas.

Indeks saham utama di Wall Street turun tajam karena semua kemajuan menuju kesepakatan anggaran mulai hancur berantakan, 2 hari menjelang berakhirnya batas utang (debt ceiling) AS. Segera setelah pasar tutup, agen pemeringkat Fitch menempatkan rating kredit AAA Pemerintah AS dalam daftar rating negatif dengan alasan kebuntuan pembahasan debt ceiling telah berisiko mengurangi efektifas Pemerintah dan institusi politik di negara itu.




Sentimen terhadap IHSG datang dari Amerika Serikat di mana credit grade negara tersebut berada pada pengawasan negatif oleh Fitch Ratings, dengan alasan pemerintah Amerika Serikat gagal meningkatkan batas maksimum pinjaman dengan mulai dekatnya deadline pembayaran utang Treasury.

Dari dalam negeri Indonesia berhasil mengantongi kontrak bilateral currency swap dengan Korea Selatan sebesar USS10 miliar, membuat total kontrak bilateral swap Indonesia menjadi USD38 miliar, yang berasal dari Jepang, China, dan Korea Selatan.

Secara teknikal IHSG terlihat mulai membentuk pola bearish reversal, dengan indikator stochastic berada pada overbought state dengan potensi dead cross. Stop loss level di 4425, dengan potensi pelemahan sampai dengan 4308. Kisaran support-resistance pada 4514-4611, dengan rekomendasi partial sell untuk TLKM, EXCL, INCO, BBCA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top