Kinerja emiten batubara kian terpuruk di kuartal III 2013, dipengaruhi oleh rendahnya harga pasaran batubara tanah air serta pungutan royalti batu bara yang lebih tinggi terhadap pemegang izin usaha pertambangan. Secara keseluruhan, pasar batubara turun 34.1% tahun ini.
Lima emiten batubara berkapitalisasi besar mengalami penurunan yang signifikan dilihat dari laba operasi dan laba bersihnya. Rata-rata penurunan yaitu 12.5% untuk laba operasi dan 22.9% untuk laba bersih.
HRUM mengalami penurunan laba operasi 54.1%, dan laba bersih turun 51.2%. ITMG mengalami penurunan laba operasi 12%, dan laba bersih turun 25.2%. ADRO mengalami penurunan laba operasi 23.6%, dan laba bersih turun 25.2%, dan PTBA mengalami penurunan laba operasi 15.4%, namun dengan laba bersih naik 10.8%.
Harga batubara diprediksikan akan jatuh di tahun 2014 dan ke depannya, dikarenakan kemungkinan Amerika Serikat melepas cadangan produksi batubaranya ke pasar global terutama Asia dengan telah ditemukannya cadangan shale gas yang berlimpah di Amerika Serikat. Shale gas dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan batubara sebagai bahan bakar produksi industri.(Wibowo Suhaidi)

0 comments:
Post a Comment