Indeks saham di Asia turun dengan indeks saham utama Jepang menyentuh level terendah dalam 4 minggu dan USD terpuruk di level terendah dalam 8 bulan seiring penghentian roda pemerintahan AS yang memasuki hari ketiga, memperbesar rasa takut timbulnya konsekuensi ekonomi yang lebih serius.
Bank Of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan stimulus moneternya yang masif dan menaikkan penilaian atas belanja modal, di picu oleh banyaknya bukti meluasnya dampak positif dari kebijakan BOJ yang agresif untuk keluar dari deflasi.
Setelah melakukan pertemuan 2 hari, BOJ mempertegas penilaiannya bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia sedang melalui proses pemulihan yang moderat, indikasi tidak diperlukannya langkah stimulus lebih lanjut untuk mengimbangi kenaikan pajak penjualan tahun depan.
Pembuat kebijakan menilai belanja modal dan pertumbuhan upah sebagai kunci mencapai pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan menarik Jepang keluar dari deflasi, karena perusahaan dalam beberapa dekade terakhir ini menimbun uang dalam bentuk kas tunai akibat suramnya prospek ekonomi Jepang.
IHSG turun 29.3 poin (-0.66%) dan di tutup pada level 4389.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyerah 5.6 poin (-0.76%) ke level 732.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing melemah 34.4 poin (-0.78%) dan 6.1 poin (-0.82%).
Indeks saham di Eropa berbalik arah dan berakhir pada teritori positif dengan harapan para wakil rakyat AS dapat lebih dekat mencapai kesepakatan atas persetujuan anggaran dan mengakhiri pembekuan aktifitas pemerintahan yang sudah memasuki hari ke empat dan mengakibatkan tdak di rilisnya data Non-farm Payrolls pada hari Jumay seperti yang dijadwalkan.
Indeks saham utama di Wall Street menguat akhir pekan lalu namun mayoritas indeks mencatatkan penurunan mingguan seiring dengan investor yang tetap sensitif atas setiap berita yang berkaitan dengan pembekuan roda Pemerintahan AS.

0 comments:
Post a Comment