Indeks saham di Asia, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar USD berada di bawah tekanan kemarin karena belum adanya tanda politisi di Washington mencapai kemajuan dalam memecahkan kebuntuan pembahasan APBN AS. Sementara itu, harga emas naik tipis.
Posisi yang dipegang teguh oleh politisi dari Partai Demokrat maupun Republik masih terlalu jauh untuk mengakhiri pembekuan kegiatan Pemerintahan, apalagi mencapai kesepakatan atas batas utang (debt ceiling) AS sebelum tanggal 17 Oktober untuk mencegah gagal bayar (default).
Sejauh ini, aksi jual atas aset berisiko tinggi masih berjalan dengan tertib, namun investor memperkirakan volatilitas akan meningkat jika perseteruan masih berlanjut menjelang tanggal 17 Oktober. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 negara negara berkembang di Asia Timur, refleksi dari pelemahan ekonomi China dan berakhirnya kebijakan stimulus dana murah di AS.
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur tumbuh rata rata 6% tahun ini, lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan 6.5% yang di rilis bulan April lalu. Sedangkan ekonomi China di ramalkan tumbuh 7.5%, lebih rendah dari ramalan 8.3% di bulan April.
IHSG melemah 14.4 poin (-0.33%) dan di tutup di evel 4375 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.5 poin (-0.21%) ke level 731.4. Investor asing menarik IDR134.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa brakhir pada level yang lebih rendah seiring dengan pembekuan aktifitas Pemerintahan di AS memasuki minggu kedua tanpa adanya harapan resolusi akan segera tercapai.
Di Yunani, draft RAPBN untuk tahun depan diajukab ke Parlemen oleh Kementerian Keuangan dan di Italia sebuah panel di Senat memilih untuk memecat mantan PM Silvio Berlusconi senagai anggota Parlemen.
Indeks saham utama di Wall Street turun, dengan DJIA dan S&P 500 berada pada level terendah dalam 4 minggu seiring dengan kelumpuhan Pemrintahan AS yang memasuki minggu kedua dan karena investor khawatir politisi tidak mencapai kesepakatan atas batas utang sehingga berpotensi mengarahkan AS pada kondisi gagal bayar.
Sentimen yang dapat mempengaruhi IHSG hari ini datang dari pernyataan ekonom IMF yang mengatakan efek dari tapering pada program QE oleh the Fed patut diwaspadai dan dapat berdampak negatif terhadap kestabilan pasar modal secara global.
Di samping itu, isu government shutdown yang memasuki pekan ke2 serta kemungkinan akan terjadinya default atas utang jangka pendek pemerintah Amerika Serikat masih berpotensi membuat pergerakan IHSG tidak menentu. Dari dalam negeri, rilis BI rate menjadi salah satu katalis yang ditunggu oleh investor sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Secara teknikal IHSG memberikan sinyal konsolidasi di mana candlestick membentuk pola 2 black crows dan indikator stochastic berada pada fase moderasi. Stop loss level pada 4355 dengan downside target 4306. Kisaran support resistance di 4306-4417, dan rekomendasi partial sell untuk UNTR, EXCL, SMRA, speculative buy untuk PTBA.

0 comments:
Post a Comment