Indeks saham di Asia bergerak mixed karena investor mewaspadai usaha terkini Presiden Barack Obama untuk memecahkan kebuntuan politik di washington, namun indeks saham di Jepang menguat di dorong oleh data ekonomi yang positif.
Banyak investor yang memilih bersikap wait and see menjelang paparan Menteri Keuangan AS Jack Lew di depan wakil rakyat pada Kamis malam. Jack Lew diperkirakan akan menegaskan kembali perlunya Kongres menaikkan batas utang (debt ceiling) untuk mencegah potensi gagal bayar (default).
Kementerian Keuangan telah memperingatkan bahwa gagal melunasi obligasi dapat membekukan pasar kredit global, mendorong naik biaya pinjaman dan memicu keruntuhan ekonomi yang lebih parah dari Great Depression yang terjadi menyusul krisis finansial 2008.
Jepang mengambil satu langkah maju lagi dalam memperkuat pemulihan ekonomi yang tahan lama seiring data Core Machinery Orders bulan Agustus yang secara tak terduga tumbuh 5.4% (M/M) dan mencapai level tertinggi sejak krisis finansial global di dorong oleh pemulihan belanja modal korporasi dan bertambahnya permintaan menjelang penerapan kenaikan pajak penjualan mulai tahun depan.
IHSG naik 29.2 poin (0.66%) dan di tutup di level 4486.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 6.5 poin (0.87%) ke level 755.2. Investor asing menarik IDR229.9 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Setelah 3 hari tertahan zona merah, indeks saham di Eropa mencatatkan kenaikan yang cukup besar di dorong oleh optimisme politisi di AS semakin dekat dengan kesepakatan untuk menaikkan batas utang (debt ceiling) dan membuka kembali instansi Pemerintah yang penutupannya sudah memasuki hari ke 10.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street naik tajam setelah pemimpin partai Republik menawarkan Presiden Barack Obama proposal kenaikan batas utang (debt ceiling) untuk 6 minggu ke depan apabila Gedung Putih bersedia membahas defisit anggaran. Rencana ini akan melarang Kementerian Keuangan AS mengambil langkah ekstrim seperti menghentikan emisi obligasi daerah untuk tetap berada dalam batas utang.
IHSG diwarnai sentimen negatif yang datang diantaranya dari pernyataan IMF Managing Director Christine Lagarde bahwa government shutdown di Amerika Serikat meningkatkan resiko resesi global. Masih dari Amerika Serikat, angka jobless claim meningkat di minggu lalu ke angka tertinggi dalam enam bulan, yang menggambarkan efek negatif dari berlangsungnya government shutdown.
Dari dalam negeri, survei Bank Indonesia menunjukkan konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan, berada pada level pertumbuhan 3.2% di bulan Agustus, turun jauh dari level 11.6% di bulan Juli. Hal ini sejalan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Secara teknikal IHSG membentu pola spinning top dengan stochastic berada pada area overbought, menunjukkan sempitnya peluang penguatan lebih jauh. Investor disarankan melakukan trading dengan orientasi jangka pendek pada stop loss level IHSG di 4417. Rekomendasi partial sell AKRA, SMGR, sell untuk BMTR, trading buy untuk WIKA.

0 comments:
Post a Comment