Indeks saham di Asia melemah setelah ketegangan kembali berkobar di Ukrania dan merusak risk appetite investor.

Pada hari Kamis, Presiden Ukrania mengatakan pasukan Rusia telah memasuki negaranya sebagai bentuk dukungan pada pemberontak pro Moskow yang berhasil menguasai kota penting di bagian pesisir, memperburuk konflik yang sudah berumur 5 bulan.

Jepang Jumat lalu merilis sejumlah data ekonomi yang memperlihatkan pemulihan yang kurang solid karena kenaikan pajak konsumsi bulan April lalu terus menekan pertumbuhan.

Belanja Rumah Tangga (Household Spending) turun 5.9% (YoY) di bulan Juli setelah turun 3% pada bulan Juni. Penjualan Ritel memperlihatkan sedikit perbaikan dengan tumbuh 0.5% (YoY) di bulan Juli, pulih dari penurunan 0.6% di bulan Juni.

Inflasi inti secara nasional tumbuh 3.3% di bulan Juli, namun ketika dampak dari kenaikan pajak pada bulan April lalu dikeluarkan dari perhitungan, inflasi inti hanya sebesar 1.3%, di bawah target inflasi yang Bank Of Japan janjikan akan di capai tahun depan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 47.6 poin (0.9%) ke level 5136.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun 13.99 poin (1.6%) ke level 869.2. Investor asing Jumat lalu menarik IDR749.6 miliar keluar dari pasar saham domestik, memperbesar total net Sell asing minggu lalu menjadi IDR661 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat tipis karena investor berspekluasi apakah data inflasi zona Euro cukup lemah untuk memicu bank sentral Eropa (ECB) lebih melonggarkan kebijakan moneter. Inflasi zona Euro hanya tumbuh 0.3% di bulan Agustus, turun dari 0.4% di bulan Juli dan menandakan tingkat terendah dalam hampir 5 tahun.

Indeks saham utama di Wall Street menguat dan mencatatkan kenaikan secara mingguan dan bulanan karena investor menyambut baik data ekonomi AS (Consumer Sentiment dan Chicago PMI) yang keluar lebih baik dari ekspektasi dan mengabaikan kekhawatiran geopolitik dari luar negeri.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup flat setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan bahwa ancaman terorisme di negaranya sekarang ini sedang meningkat. Sementara pasar Amerika ditutup naik seiring dengan positifnya data Consumer Confidence. Namun data HSBC Final Manufacturing PMI dari China pagi ini masih patut menjadi perhatian investor. Dari dalam negeri, Bank Indonesia mengancam untuk melakukan pengetatan moneter, mengingat belum adanya langkah kongkrit dari pemerintah untuk mengatasi defisit anggaran, yang dikhawatirkan dapat melebar seiring kembali dibukanya penyaluran bbm bersubsidi.

Secara teknikal dead-cross MA7 dan support fractal. Indikator stochastic consolidations at oversold dengan momentum RSI yang bergerak bearish setelah memantul pada resistance momentum. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed mencoba rebound dengan range pergerakan 5117-5170.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top