Mayoritas indeks saham di Asia melemah setelah jatuhnya pesawar penumpang Malaysia Airlines di perbatasan Ukrania-Rusia, sanksi baru atas Moskow serta pertikaian di jalur Gaza mendorong investor memburu aset aset yang bersifat defensif.

Para pemimpin dunia mendesak dilakukannya investigasi internasional atas penembakan pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia yang membawa 298 penumpang di atas wilayah Ukrania bagian timur sementara Kiev dan Moskow sibuk saling menyalahkan atas tragedi ini yang memicu ketegangan antara Rusia dan negara barat.

Israel mengumumkan di mulainya serangan darat ke jalur Gaza oada hari Kamis setelah pemboman melalui udara dan laut selama 10 hari gagal menghentikan hujan serangan roket Palestina.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 15.8 poin (0.31%) ke level 5087. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.2 poin (0.48%) ke level 874.1. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing terbang 54.4 poin (1.08%) dan 12.9 poin (1.50%). Investor asing Kumat lalu mencatatkan Net Buy sebesar IDR472.8 miliar, mendorong total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR2,51 triliun.

Indeks saham di Eropa mengakhiri minggu perdagangan dengan penurunan tipis karena investor mengesampingkan kekhawatiran yang berkaitan dengan jatuhnya pesawat penumpanng milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines di bagian timur Ukrania pada hari Kamis.

Investor juga memonitor invasi darat Israel ke jalur Gaza yang juga di mulai pada hari Kamis.

Indeks saham utama di Wall Street menguat karena investor menyambut baik kinerja laporan keuangan dari emiten seperti Google dan merasa sedikit tenang dengan berkembangnya pandangan bahwa ketegangan geopolitik di Ukrania dan jalur Gaza tampaknya tidak akan berubah menjadi konflik regional yang lebih besar.

Incestor tidak bereaksi terhadap rilis data Consumer Sentiment  yang lebih lemah dari estimasi serta kenaikan pada data Leading Economic Indicator bulan Juni, tanda bahwa ekonomi AS akan semakin kuat di paruh ked

IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup mix sementara pasar Amerika ditutup naik pada akhir pekan kemarin. Sentimen geopolitik terutama ketegangan yang melanda kawasan Timur Tengah, serta hubungan Rusia-Amerika masih mempengaruhi pergerakan pasar Eropa. Namun membaiknya kinerja beberapa emiten Amerika telah kembali menguatkan optimisme investor akan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dari dalam negeri, semakin dekatnya pengumuman Presiden terpilih oleh KPU dapat menjadi sentimen positif bagi pasar. Kondisi keamanan pun relatif kondusif dan terjaga. Namun patut diperhatikan juga kuota bbm subsidi yang menurut Menkeu diperkirakan akan habis pada Desember mendatang. Hal ini dapat memberatkan neraca pembayaran apabila pemerintah menambah impor minyak.

Secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi Setelah pulled back upper bollinger bands. Indikator Stochastic memberikan signal penguatan yang terbatas karena terkondolidasi dan crosing pada area moderate dengan Momentum RSI yang masih berada pada osilator near overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 5035 - 5110.

ua (Semester II) tahun ini.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top