Indeks saham di Asia umunya menguat, meskipun ketidakpastian mengenai kondisi ekonomi yang sebenarnya masih menjadi msiteri bagi investor dan menjadi faktor penghalang kenaikan harga sejumlah komoditas.

Bank Of Japan (BOJ) pada pertemuan kebijakannya kemarin mempertegas komitmen atas stimulus moneter yang masif, namun menurunkan proyeksi pertumbuhan ekspor menyusul pelemahan data ekspor yang terjadi belakangan ini.

Tidak ada kebijakan baru yang di haraokan dari pertemuan ini, tetapi pasar meyakini BOJ dapat dipaksa untuk bertindak ketika kenaikan pajak penjualan mulai berlaku bulan April 2013.

Sementara itu, investor juga mencerna berita bahwa Pemerintah China berencana meluncurkan proyek percontohan bank umum yang dimiliki oleh pihak swasta di daerah Tianjin, Shanghai, Zhejiang dan Guangdong. Ini akan menjadi langkah pertama China dalam membuka sektor perbankannya yang selama ini dijaga ketat.

IHSG menguat 27 poin (0.58%) dan di tutup di level 4704.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 hampir tidak berubah dan tetap di level 785. Investor asing menarik IDR105.4 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa ditutup mixed, dengan saham sektor perbankan turun tajam setelah bank sentral Eropa (ECB) mempublikasikan detil dari metodologi stress test yang akan dilakukan terhadap sejumlah bank besar di Eropa.

Dari sisi ekonomi, kinerja Ekspor dan Impor Jerman melonjak di bulan Januari. Surplus neraca perdagangan Jerman menciut jadi 17.2 miliar Euro ($32.8 miliar) dari 18.3 miliar Euro di bulan Desember.

Indeks saham utama di AS turun karena investor melakukan rehat sejenak di hari yang sepim rilis data ekonomi. Data ekonomi yang keluar (Wholesale Inventories dan Small Business Sentiment) di anggap bukan data yang krusial sehingga tidak memberi pengaruh pada sesi perdagangan.

IHSG hari ini diprediksi masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif datang dari dalam negeri, dirilisnya data penjualan ritel tahunan Indonesia yang mengalami pertumbuhan sebesar 28,4% pada Januari 2014 dari periode sebelumnya mendorong BI merevisi target pertumbuhan penjualan ritel menjadi 28.2% dari target sebelumnya sebesar 17.9%. Hal ini sekaligus menjadi indikator positif bagi investor bahwa kondisi fundamental Indonesia semakin membaik. Sedangkan sentimen negatif masih datang dari China, di mana data terakhir dirilis bahwa ekspor ke AS dan Eropa menurun. Serta, predikat China sebagai negara dengan biaya murah mulai luntur karena naiknya beban gaji dan menguatnya Yuan. Kehadiran Vietnam dan Bangladesh sebagai negara dengan ongkos produksi yang relatif lebih murah juga mengancam China di penjualan produk-produk seperti kaos dan sepatu.

Secara teknikal IHSG berhasil menembus resistance pada level 4700 sehingga berpeluang bersa akan bergerak meneruskan pembentukan wave 5 dari motive elliot wave dengan target ketinggian ideal mencapai 4750. Namun bila dilihat lebih sensitif lagi Indikator Stochastic bergerak di area jenuh beli dengan momentum dari William %R yang bergerak pada osilator overbought. Diperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan range pergerakan 4682 - 4729. Saham - saham yang dapat diperhatikan ACES, BORN, EXCL, ITMG, TLKM.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top