Mayoritas indeks saham di Asia menguat di tengah meningkatnya tingkat kepercayaan pada pemulihan ekonomi global, tetapi indeks saham di Jepang turun seiring munculnya aksi ambil untung (profit-taking) di bawah bayang bayang data ekonomi yang keluar lebih baik dari ekspektasi.
Menyusul laporan optimstik atas ekonomi global dari Bank Dunia hari rabu lalu, IMF bersikap lebih hati hati dan memperingatkan bahwa ekonomi global akan terus tumbuh di bawah potensinya (4%) tahun ini.
Aksi ambil untung mendorong indeks Nikkei 225 di Jepang menghapus kenaikan dan di tutup pada territori negatif meskipun data ekonomi membaik dan nilai tukar JPY melemah. Data Machinery Orders tumbuh 16.6% (YOY) di bulan November, lebih tinggi dari perkiraan tumbuh 11.7%.
Investor juga mengabaikan nerita bahwa Bank Of Japan (BOJ) untuk pertama kali sejak 2005, menggunakan kata pemulihan pada lapran tentang perkembangan ekonomi di semua 9 kawasan ekonomi.
IHSG kehilangan 29.1 poin (-0.66%) dan di tutup di level 4412.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 6.1 poin (-0.81%) Investor asing masih mencatatkan Net Buy, kali ini sebesar IDR274.9 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah, dengan kenaikan pada sektor pertambangan mengimbangi penurunan saham di sektor ritel yang tertekan oleh buruknya laporan keuangan emiten.
Indeks saham utama di Wall Street melemah, menghentikan rally selama 2 hari di picu kekecewaan atas laporan keuangan dari Best Buy, Citigroup dan Goldman Sach.
Investor berburu saham saham defensif dan menjual saham yang pergerakannya searah dengan pergerakan ekonomi. Indeks NASDAQ menguat tipis.
IHSG diprediksi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Masih belum adanya sentimen positif dari pasar membuat IHSG sulit untuk bangkit. Produksi pabrikan China dan pertumbuhan investasi diperkirakan melemah pada Desember 2013, hal ini mengindikasikan China berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan di 2014.
Bursa AS juga mengalami penurunan pada Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul hasil yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan besar, seperti Citigroup dan Best Buy. Namun, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mingguan turun menjadi 326.000, serta kenaikan biaya hidup di AS di Desember, yang dipimpin oleh kenaikan BBM dan biaya sewa menunjukkan semakin membaiknya kondisi ekonomi AS.
Secara Analisa Teknikal IHSG break out support dengan membentuk pola Dark Cloud Cover yang berindikasikan terjadi pelemahan yang berkelanjutan dengan target pelemahan hingga menutup gap yang telah terbentuk dilevel 4390. Diprediksikan IHSG akan kembali terkoreksi dengan range pergerakan 4351-4443.

0 comments:
Post a Comment