Setelah anjlok akibat aksi jual pada hari Selasa, indeks saham di Asia kemarin menikmati rebound yang kuat karena investor menyambut baik prospek ekonomi global yang membaik. Namun indkes saham di China melemah karena data ekonomi yang mengecewakan.
Dalam Global Economic Prospect 2014 yang baru di rilis, Bank Dunia mengatakan bahwa pertumbuhan global akan lebih cepat tahun ini, 5 tahun setelah krisis finansial.
Pertumbuhan global diproyeksikan menguat menjadi 3.2% tahun 2014, naik dari 2.4% pada tahun 2013. Rkonomi global juga bersiap tumbuh 3.4% di tahun 2015 dan 3.6% di tahun 2016.
Laju pertumbuhan yang lebih cepat dan penungkatan permintaan di negara maju akan menjadi faktor penopang pertumbuhan negara ekonomi berkembang dan akan menolong mengimbangi hambatan dari pengetatan kondisi finansial global.
Penyaluran kredit baru perbankan di China turun di bulan Desember sementara pertumbuhan Uang Beredar dan Pinjaman Baru dalam Yuan lebih rendah dari estimasi di tengah kelangkaan uang tunai dan usaha Pemerintah dalam membatasi pinjaman bersifat spekulatif.
IHSG melompat 50.8 poin (1.16%) dan di tutup di level 4441.6, tertinggi untuk tahun ini, sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 secara meyakinkan maju ke level 752.5 atau naik 10.7 poin (1.45%). Investor asing melakuakn aksi borong saham sehingga menciptakan Net Buy sebesar IDR1.93 triliun.
Indeks saham di Eropa menguat selama 4 hari beruntun setelah bank Dunia mengatakan pertumbuhan global akan lebih baik di tahun 2014. Di Eropa, pertumbuhan ekonomi Jerman melambat di tahun 2013 ditengah ketidakpastian dari krisis utang zona Euro. Jerman GDP berekspansi 0.4% di tahun 2013 setelah tumbuh 0.7% di tahun sebelumnya.
Indeks saham utama di Wall Street rally, dengan S&P 500 menghapus penurunan di tahun ini dan di tutup pada level tertinggi setelah data memperlihatkan perbaikan pada sektor manufaktur di negara bahian New York dan Bank of America (BofA) melaporkan pendapatan dan laba berish yang lebih baik dari estimasi analis.
IHSG diprediksi bergerak mixed pada perdagangan hari ini. World Bank merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global dengan menaikkannya dari 3% menjadi 3,2%. Bursa AS juga bergerak positif setelah Bank Dunia menaikkan prediksi pertumbuhan global tersebut. Sedangkan dari dalam negeri, BI optimis bahwa neraca dagang Indonesia pada Desember 2013 akan kembali surplus, sehingga akan mengurangi CAD. Hal ini berpotensi membawa sentimen positif bagi pasar global serta IHSG.
Dengan Analisa Teknikal IHSG kembali membuka gap up dengan break out resistance serta telah berhasil mengenai target dari pola bullish bat harmonic pattern dilevel 4428 maka besar kemungkinan berpotensi akan terjadinya koreksi, IHSG diprediksikan bergerak melemah dengan range pergerakan berada pada kisaran 4392 - 4470.
0 comments:
Post a Comment