Indeks saham di Asia turun setelah pertumbuhan sektor Jasa (Services) di China turun tajam bulan lalu, menimbulkan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi di negara itu, sementara harga emas merangkak naik.
Setelah sepi pasca libur tahun baru, data ekonomi China dan pertemuan bank sentral pada hari Kamis di Filipina, Indonesia dan Korea Selatan akan menolong menggairahkan pergerakan pasar saham Asia minggu ini.
China merilis data inflasi bulan Desember pada hari Kamis sementara data ekspor bulan Desemberdiperkirakan di rilis antara hari Rabu - Jumat.
Di luar Asia juga banyak even yang dapat menyedot perhatian pasar dengan Senat AS hari Senin diperkirakan akan memberi persetujuan akhir bagi Janet Yellen sebagai Ketua Federal Reserve yang baru. Bank sentral Eropa (ECB) melakukan pertemuan pada hari Kamis, sementara harim Jumat data penting Non-farm Payrolls AS di rilis.
Di Australia, data neraca perdagangan bulan November keluar hari Selasa dan data penjualan penjualan ritel keluar pada hari Kamis dan dapat memberi pasar petunjuk mengenai prospek ekonomi tahun ini.
IHSG jatuh 54.9 poin (-1.29%) dan di tutup di level 4202.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 9.8 poin (-1.38%) ke level 699.6. Investor asing menarik IDR188.3 miliar kelaur dari pasara saham domestik.
Mayoritas indeks saham di Eropa turun karena investor mencerna data ekonomi yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan di Spanyol, namun masi terjadinya pelemahan di perancis, ekonomi terbesar kedua di Eropa.
Data Services PMI untuk bulan Desember berada di level 51, sesuai dengan estimasi sebelumnya dan memberi indikasi ekspansi yang cukup solid. Angka ini menyembunyikan variasi data PMI yang cukup besar di antara negara negara zona Euro.
Indeks saham utama di Wall Street turun tipis karena data ekonomi yang mixed membuat investor waspada menjelang rilis data Non-Farm Payrolls akhir pekan nanti. Data ISM Non-manufacturing index berada di level 53 pada bulan Desember, lebih rendah dari estimasi 54.6. Data Factory Orders rebound di bulan November, naik 1.8%.
IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Dampak dari aturan baru perubahan fraksi harga membuat para trader untuk cenderung mencari formulasi yang pas dalam melakukan transaksi jual/beli saham. Sementara itu, sentimen negatif dari Eropa juga berpotensi mempengaruhi pelemahan IHSG. Stimulus sebesar USD 163 Miliar yang digunakan dengn tujuan memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja tidak banyak berkutik dalam mengurangi jumlah pengangguran di zona euro.
Secara Teknikal IHSG Break out support dan MA7 serta MA25 sehingga berpotensi membentuk pola Three Black Crows bila pada hari selasa kembali melemah. range pergerakan IHSG dipekirakan berada pada 4098-4248 saham yang dapat diperhatikan CMNP, INDY, IMAS, BWPT.
0 comments:
Post a Comment