Indeks saham di Asia tenggelam di teritori negatif dipicu oleh munculnya kasi ambil untung (profit-taking) meskipun data ekonomi global semakin membaik. Pasar saham di Jepang masih tutup dan akan kembali buka tanggal 6 Januari.

Aksi profit-taking ini tampak lontradiktif terhadap arus berita yang sebagian besar positif dengan sektor manufaktur global mengakhiri tahun 2013 dengan catatan positif karena terlihatnya peningkatan permintaan di AS, Jepang dan Jerman.

Yang menjadi noda di awal tahun ini adalah China, di mana indikator yang mengukur aktifitas di sektor Jasa (Services) melemah di bulan Desember. Data resmi Non-manufacturing PMI China turun ke level 54.6 di bulan Desemberdari 56.0 di bulan November. Data Non-Manufacturing PMI mengukur aktifitas di sektor seperti ritel, real estate dan konstruksi.

Data Non-Manufacturing PMI ini dirilis hanya sehari setelah 2 data yang berbeda memperlihatkan deselerasi pada sektor manufaktur China, menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar di Asia mungkin kehilangan momentum. 

IHSG memulai tahun 2014 jatuh 69.6 poin (-1.61%) dan di tutup di level 4257.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 14.2 poin (-1.96%) ke level 709.3. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing menguat 44.7 poin (1.06%) dan  7.9 poin (1.12%).

Indeks saham di Eropa menguat di dorong oleh saham sektor ritel yang mencatatkan kenaikan tertinggi sehingga menolong indeks bertahan di zona hijau.

Sebuah laopran riset terbaru dari IMF memperingatkan bnyak negara maju kemungkinan membutuhkan pengurangan dan restrukturisasi utang Pemerintah, penghematan anggaran, inflasi yang tinggi dan berbagai metode pengontrolan modal (Capital Control).

Indeks saham utama di Wall berakhir mixed setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan ekonomi sehrusnya terus membaik dan menegaskan kembali  bahwa keputusan untuk untuk memotong program pembelian obligasi oleh the Fed menjadi $75 milair per bulan bukan sinyal pengurangan komitmen the Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat akomodatif selama dperlukan.

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Menyambut peraturan mengenai fraksi harga baru berpotensi membuat para investor untuk beradaptasi terlebih dahulu. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar bisa mengalami penguatan karena satuan lot mejadi lebih rendah. Sentimen negatif masih menghantui Indonesia di tahun 2014, seperti pertama, pelemahan harga komoditas di pasar dunia. Kedua, potensi penurunan ekspor akibat pemberlakuan UU Minerba. Ketiga, potensi lonjakan impor barang modal. Namun, prediksi bahwa ekonomi AS akan membaik di tahun 2014 berpotensi mendorong kenaikan IHSG. The Fed memprediksi bahwa ekonomi AS akan tumbuh 2,8% - 3,2% di tahun 2014.

Secara teknikal IHSG tidak berhasil menguji resistance MA50 dan telah menutup gap yang terbentuk pada 2 hari lalu dengan membentuk pola bearish separating lines / bearish counterattack lines berpotensi menguji support fractalnya dilevel 4250 dan MA25 dilevel 4231. range pergerakan IHSG diprediksikan berada pada kisaran 4187-4288 saham - saham yang dapat diperhatikan SIMP, BWPT, JPFA, CTRA, MTLA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top