Indeks saham di Asia bergerak mixed pada hari perdagangan pertama di tahun 2014di picu oleh kekecewaan atas data manufaktur China, sementara investor menunjukkan minat beli saham saham berbasisi komoditas.
Sektor manufaktur Asia mengakhiri tahun 2013 dengan kinerja yang membaik, dengan ekspansi mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di Jepang dan Taiwan sementara moderasi di China menumbuhkan kekhawatiran mengenai prospek tahun ini.
Indikator aktifitas sektor manufaktur China, baik yang resmi maupun versi swasta, dua duanya mencatatkan penurunandi bulan Desember, memperkuat pandangan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia mulai kehabisan tenaga di Kuartal akhir 2013.
Data HSBC Manufacturing PMI untuk China di bulan Desember turun ke level 50.5, terendah dalam 3 bulan, konsisten dengan penurunan ke level 51.0, terendah dalam 4 bulan, pada data PMI resmi yang dirilis Pemerintah China.
Sektor manufaktur Taiwan bulan lalu mencatatkan ekspansi tercepat sejak April 2011 dan permintaan baru untuk ekspor meningkat. Tapi di Korea Selatan permintaan baru untuk ekspor turun meskipun aktifitas secara keseluruhan merangkak naik ke level tertinggi dalam 7 bulan.
IHSG memulai tahun 2014 dengan naik 53.1 poin (1.24%) ke level 4327.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 12.4 poin (1.74%) ke level 723.5. Investor asing membukukan Net Buy IDR319.1 miliar.
Indeks saham di Eropa memulai tahun 2014 dengan dirurup pada teritori negatif karena investor mengkhawatirkan perlambatan di China dan setelah data zona Euro memberi gambarab yang miced mengenai proses pemulihan ekonomi di kawsan itu. Data manufacturing PMI zona Euro di bulan Desember sesuai dengan ekspektasi dengan berada di level 52.7. Data PMI Jerman mengalahkan ekspektasi sementara data PMI Perancis masih menjadi sumber kekhawatiran dengan berada di level 47.0, lebih rendah dari estimasi67.1.
Indeks saham utama di Wall Street turunn tajam akinat downgrade saham Apple yang turut mempengaruhi kinerja saham sektor teknologi serta gagalnya sejumlah data ekonomi mengangkat sentimen pasar.
IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Adanya perubahan fraksi dan jumlah lot baru yang akan diimplementasikan minggu depan pada 6 Januari 2014 bisa membuat investor cenderung untuk melakukan aksi profit taking. Serta, aturan pemerintah yang melarang ekspor mineral mentah atau ore bisa berpotensi menyebabkan berkurangnya ekspor sehingga hal ini bisa berpengaruh terhadap neraca perdagangan. Market juga masih menunggu kebijakan pemerintah untuk menaha capital outflow akibat pengurangan stimulus AS. Kementerian Keuangan berencana untuk memberi insentif bagi investor asing yang tak membawa pulang atau me-repatriasi laba mereka selama berbisnis di Indonesia. Jika hal ini diterapkan, maka ada kemungkinan kestabilan Rupiah bisa dijaga.
Secara teknikal IHSG gap up serta berhasil break out resistance dan mencoba menguji resistance MA50 pada level 4346, Indikator Stochastic, Signal bullish movement masih terasa kuat meskipun telah berada pada area overbought ada kecenderungan akan terjadinya koreksi hingga menutup gap yang telah terbentuk. range pergerakan IHSG diprediksikan berada pada kisaran 4288-4340 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain CPIN, ICBP, SMRA, UNTR, AKRA, ACES, ASRI, PGAS.
0 comments:
Post a Comment