Mayoritas indeks saham di Asia menguat pada hari terakhir perdagangan di tahun 2013 namun volume perdagangan kecil dengan pasar saham di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Filipina, Indonesia dan Thailand tutup untuk  libur tahun baru. 

Indeks Nikkeo 225 di Jepang naik 56.7% di tahun 2013, kinerja tahunan terbaik sejak 1972, di dorong oleh stimulus moneter dan fiskal yang agresif.

Indeks ASX 200 di Australia mencatatkan kenaikan 15%, kenaikan tahunan terbesar dalam 4 tahun dan menjadi indeks dengan kinerja terbaik setelah Nikkei 225.

Indeks KOSPI di Korea Selatan hanya berhasil tumbuh 0.7% tahun lalu sementara indeks Shanghai Composite di China anjlok 6.7%, salah satu indeks di kawasan Asia dengan kinerja terburuk.

Menutup sesi perdagangan terakhir di tahun 2013, IHSG naik 61.2 poin (1.45%) ke level 4274.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 9.7 poin (1.38%) ke level 711.1. Sepanjang tahun 2013 IHSG dan LQ-45 masing masing kehilangan 42.5 poin (-0.98%) dan 23.9 poin (-3.25%). Investor asing di tahun 2013 secara total menarik IDR20,65 triliun keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menyelesaikan hari terakhir perdagangann di tahun 2013 dengan catatan positif. Indeks DAX 30 Jerman menguat 25% di tahun 2013, terbaik di antara negara negara besar Eropa. Indeks FTSE 100 di London menguat 14% dan indeks CAC 40 mencatatkan kenaikan hampir 18% di tahun 2013.

Indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kinerja tahunan terbaik mereka dalam lebih dari 15 tahun terakhir dengan indeks saham utama di AS bergerak dalam trend naik sepanjang tahun 2013 di dorong oleh stimulus yang masif dari Federal Reserve dan ekspektasi akselerasi pertumbuhan ekonomi AS di tahun tahun mendatang.

Indeks S&P 500 naik 29.6% sepanjang tahun, terbaik sejak 1997 sementara indeks DJIA menanjak 26.5%, terbaik sejak 1995. Indeks NASDAQ melompat 38.3%, terbaik sejak 2009. Indeks DJIA dan S&P 500 menutup hari terakhir perdagangan tahun 2013 di level tertinggi dalam sejarah masing masing indeks.

IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari dalam negeri, pemerintah memprediksi neraca perdagangan November 2013 bakal surplus di kisaran US$ 600 juta. Serta, adanya PBI tentang transaksi swap lindung nilai jangka panjang diharapkan mampu mengurangi risiko nilai tukar valas dan menjaga kestabilan market. Namun, menurunnya data manufaktur China di bulan Desember 2013 bisa membatasi kenaikan IHSG.

Secara teknikal IHSG berhasil break out resistance fractal dilevel 4257 serta mampu tutup diatas MA25 memberikan signal penguatan IHSG akan kembali berlanjut di awal tahun. IHSG diprediksikan kembali menguat dengan range pergerakan 4233-4302 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain MYOR, HEXA, ITMG, AISA, CTRS, BBTN, SMRA, JSMR dan INDY.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top