Indeks saham di Asia bergerak mixed dan USD tetap perkasa setelah serangkaian data ekonomi AS memberi konfirmasi Federal Reserve akan segera mengurangi stimulus moneter.


Sementara itu, merebaknya pembicaraan mengenai pelonggaran lebih lanjut oleh Bank Of Japan (BOJ) telah menenggelamkan nilaim tukar JPY dan mengerek kinerja indeks Nikkei 225.


Komentar gubernur Bank Of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda pada Senin sore memicu spekulasi setelah sang gubernur mengatakan pihaknya siap menyesuaikan kebijakan moneter tanpa ragu ragu jika risiko terhadap ekonomi semakin nyata di depan mata.

Reserve Bank Of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2.5%, seperti perkiraan, dan mengatakan nilai tukar Dollar Australia (AUD) masih terlalu tinggi. RBA berpendapat ekonomi membutuhkan mata uang dengan nilai tukar yang lemah dan memproyeksikan ekonomi, untuk jangka menengah, akan terus tumbuh di bawah pertumbuhan trendnya.

IHSG mundur 33.2 poin (-0.77%) dan di tutup di level 4288.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyerah 5.7 poin (-0.79%) ke level 714. Investor asing menarik IDR48.5 miliar keluar daro pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun tajam setelah data ekonomi zona Euro keluar mengecewakan dan meningkatnya kegelisahan bahwa Federal Reserve mungkin akan mengurangi stimulus lebih cepat dari perkiraan.

Data Producer Price Index (PPI) zona Euro turun 0.5% di bulan Oktober dari bulan sebelumnya dan 1.4% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini lebih besar dari ekspektasi dan menambah kekhawatiran zona Euro masih berada di bawah ancaman tekanan deflasi.

Indeks saham utama di Wall Street turun karena ketidakpastian mengenai kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus dan kekhawatiran bahwa kenaikan indeks saham akhir akhir ini sangat rentan dengan koreksi jangka pendek.

IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi mengalami penurunan. Sentimen negatif datang dari luar negeri, di mana mata uang Yen mengalami penguatan sehingga hal ini menyebabkan saham-saham di bursa Asia melemah. Dari Amerika Serikat, investor masih menunggu data lapangan pekerjaan AS yang bisa berdampak pada keputusan The Fed tentang pengurangan stimulus. DJIA ditutup melemah pada perdagangan kemarin di 15,914.6 turun -0.59% dan S&P500 juga mengalami penurunan sebesar -0.32% di level 1,795.15.

Secara teknikal IHSG terlihat konsolidasi namun tidak mampu menembus MA7 yang menjadi support pergerakannya. Indikator Stochastic masih menunjukan ruang pergerakan bullish yang cukup baik. Range pergerakan IHSG diprediksikan pada kisaran 4269-4343. saham yang dapat diperhatikan antara lain BTPN, INDY, SMCB, GGRM dan UNTR.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top