Faktor utama pendorong penguatan IHSG pada hari ini adalah keluarnya data - data penting yang menyebutkan prekonomian Indonesia membaik pada bulan september.

Tingkat deflasi September yang mencapai 0,35%. Inflasi tahun kalender Januari-September 2013 sebesar 7,57%. Sedangkan tingkat inflasi yoy sebesar 8,4%. Merupakan Deflasi pertama sejak tahun 2001.

Indeks aktivitas manufaktur (PMI) HSBC untuk Indonesia kembali menguat menjadi 50,2 pada September dari 48,5 untuk periode Agustus. Penguatan ini mengisyaratkan perkembangan tipis dalam kondisi bisnis dalam negeri. Angka PMI di bawah 50 mengindikasikan kontraksi aktivitas manufaktur. Sebaliknya, angka melampaui 50 mengisyaratkan ekspansi.

Neraca perdagangan di bulan Agustus 2013 ternyata mengalami surplus. Sebelumnya, pada bulan Juli 2013 Indonesia mengalami defisit terbesar sepanjang sejarah yang mencapai US$ 2,31 miliar. Ekspor di Agustus 2013 sebesar US$ 13,16 miliar, sedang impor sebesar US$ 13,03 miliar sehingga terdapat surplus US$ 132,4 juta. Neraca volume perdagangan di Agustus pun surplus 43,11 juta ton, di mana ekspor 53,01 juta ton dan impor 9,89 juta ton. Tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor di bulan Agustus 2013 turun 12,77% dibanding Juli 2013. Ekspor Agustus mencapai US$ 13,16 miliar. Sebelumnya di Juli ekspor mencapai US$ 15,11 miliar. Bila dibanding Agustus 2012 pun, ekspor di Agustus 2013 mengalami penurunan sebesar 6,31%. Untuk impornya sendiri, di bulan Agustus 2013 sebesar US$ 13,03 miliar atau turun dibanding Juli 2013 yang mencapai US$ 17,42 miliar.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top