Indeks saham di Asia naik tipis karena investor berharap pembekuan parsial roda Pemerintahan AS untuk pertama kali dalam 17 tahun akan berumur pendek dan tidak menghambat proses pemulihan ekonomi yang masih rentan terhadap goncangan. 

Sejumlah investor takut perseteruan anggaran akan melebar menjadi pertikaian tentang menaikkan batas atas (debt ceiling) utang Pemerintah AS. Menteri Keuangan AS Jack Lew minggu lalu mengatakan Pemerintah AS akan kehilangan otoritas untuk meminjam tanggal 17 Oktober nanti. 

Terakhir kali debt ceiling mencuat ke permukaan di bulan Agustus 2011 dan berakhir pada penurunan (downgrade) rating kredit AS oleh Standard & Poor’s.

Akibat dari berhentinya aktifitas Pemerintahan di AS, investor mungkin menghadapi periode di mana mereka tidak bisa menilai kondisi ekonomi terkini karena sejumlah data penting ekonomi, seperti data Non-fatm Payrolls dan Unemployment Rate yang harusnya keluar Jumat ini, berpotensi tidak dapat di rilis.

IHSG menguat 41.7 poin (0.96%) dan di tutup pada level 4387.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 10.8 poin (1.49%) ke level 733.

Mayoritas indeks saham di Eropa di tutup turun karena investor mencemaskan pembekuan aftifitas Pemerintahan di As dan debat mengenai batas utang (debt ceiling) AS yang akan segera di mulai, sementara itu indeks saham di Italia rally setelah PM Enrico Letta mendapat dukungan di Parlemen dan juga secara tidak terduga dari Silvio Berlusconi.

Berusaha memperkecil penurunan selama sesi perdagangan, indeks saham utama di Wall Street masih berakhir dalam teritori negatif karena investor masih menanti kemungkinan cairnya kebuntuan dalam negosiasi anggaran setelah data memperlihatkan penambahan pekerja oleh sektor swasta lebih rendah dari ekpektasi.

Menurut data ADP Employment Report, sektor swasta hanya menambah 166,000 pekerja selama bulan September.

Sentimen global terutama dari Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi penggerak utama IHSG dengan situasi pemerintahan yang dihentikan untuk sementara waktu di negara tersebut. Penghentian kegiatan pemerintah di Amerika Serikat yang memasuki hari ke3 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir mengingat politisi dari kedua kubu pemerintahan masih bersikeras mempertahankan posisinya masing-masing. Penghentian kegiatan pemerintah yang berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sebesar 1.4% tersebut membuat kebijakan tapering yang sempat diisukan akan dilakukan oleh the Fed menjadi tertunda tanpa ada jangka waktu yang jelas.

Pelaku pasar akan cenderung menanti data-data ketenagakerjaan di Amerika Serikat, dengan ekspektasi berdasarkan konsensus akan meningkat sekitar 180ribu  tenaga kerja. Di samping data-data ketenagakerjaan, data construction spending, non-manufacturing PMI, serta factory orders juga akan dirilis hari ini. Dari dalam negeri, rilis data mengenai cadangan devisa negara oleh Bank Indonesia juga bakal memberi  katalis bagi pergerakan IHSG hari ini.

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan menguat pada range support resistance 4347-4460 dengan indikator stochastic berada pada area oversold. Indikator Bill William menunjukkan 1st day positive momentum, dan 2nd day acceleration. Fractal range 4313-4791.

Stop-loss level 4306, upside target 4417 (Pullback level). Speculative buy untuk MAPI, ICBP, buy untuk KLBF, partial sell untuk RALS.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top