§Data Manufacturing PMI Indonesia merangkak naik menembus garis
50 di bulan September, merefleksikan pulihnya pertumbuhan
volume produksi.
§Pada saat penurunan
total permintaan baru mulai melambat, permintaan ekspor justru mengalami kontraksi terparah sejak Februari.
§Dari sisi harga, inflasi pada biaya input dan output mencapai
level tertinggi.
§Naik dari 48.5 di bulan Agustus menjadi 50.2 di bulan September, data HSBC Purchasing
Managers’ Index (PMI) memberi indikasi adanya sedikit perbaikan pada kondisi bisnis di
Indonesia.
Neraca Perdagangan Indonesia, August 2013
§Indonesia mencatatkan
surplus neraca perdagangan di bulan Agustus, pertama dalam 5 bulan terakhir, memberi sedikit sentimen positif bagi nilai tukar
USD/IDR, namun defisit neraca berjalan masih akan terus menekan
USD/IDR tahun ini.
§Indonesia membukukan
surplus neraca perdagangan $130 juta di bulan Agustus, bandingkan dengan defisit neraca perdagangan
$2.3 miliar pada bulan sebelumnya.
§Ekspor bulan Agustus anjlok 6.31% (Y/Y), bertolak belakang dengan ekspektasi kenaikan
3%, sementara impor turun 5.69% (Y/Y), jauh dari ekspektasi kenaikan jampir
10%.
§
Indonesia
Consumer Price Index (CPI), September 2013
§Inflasi Indonesia mereda bulan lalu seiring turunnya harga sejumlah bahan makanan dan biaya transportasi, komunikasi serta Jasa Keuangan, memberi
bank sentral ruang untuk mempertahankan suku bunga.
§Consumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen
(IHK) tumbuh 8.40% (Y/Y), lebih lambat dari pertumbuhan
8.79% (Y/Y) di bulan Agustus.
§Secara bulanan, IHKturun
0.35% seiring dengan penurunan harga bahan makanan
dab biaya transportasi.
§Selama periode Januari-September, inflasi tumbuh
7.57%.

0 comments:
Post a Comment