Indeks saham di Asia menguat, di pimpin oleh indeks saham di Jepang di tengah spekulasi Pemerintah Jepang sedang mempelajari secara serius pemotongan pajak korporasi dan meminta industri dana pensiun untuk menambah porsi aset berisiko pada portfolio mereka.

Pasar di biarkan berada dalam penantian karena investor menunggu hasil akhir perseteruan politik berkaitan dengan anggaran belanja Pemerintah AS. 2 tenggang waktu finansial bagi Pemerintah AS akan segera tiba. Kongres harus meloloskan APBN untuk menopang jalannya Pemerintahan setelah tanggal 1 Oktober, saat di mulainya tahun fiskal baru. Dan batas utang (debt ceiling) AS harus di naikkan sebelum tanggal 17 Oktober. 

Menteri Keuangan AS Jack Lew memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan kehabisan kapasitas untuk meminjam pada tanggal 17 Oktober, meskipun pengamat yakin Pemerintah AS mampu membayar cicilan utangnya hingga akhir bulan Oktober.

IHSG berakhir datar (flat) dengan turun kurang dari satu poin dan ditutup di level 4405.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun tipis 1.5 poin (-0.21%) ke level 735.5. Investor asing menarik IDR 573.9 miliar keluar dari pasar saham domestik. 

Indeks saham di Eropa ditutup mixed seiring ketidakpastian politik di Italia yang menekan sentimen positif dari data ekonomi AS.

Media melaporkan bahwa Presiden Napolitano telah membatalkan penampilannya di semua konferensi untuk menangani perkembangan politik yang memburuk. Ini terjadi sehari setelah pemimpin sayap kiri tengah Silvio Berlusconi mendesak sekutu politiknya untuk walk out dari parlemen.

Menghindari penurunan selama 6 hari beruntun, indeks saham utama di Wall Street menguat cukup significant karena investor mencerna serangkaian data ekonomi dan perkembangan di Washington.

Data ekonomi mencakup laporan National Association of Realtors yang memperlihatkan penurunan 1.6% pada kontrak penjualan rumah di bulan Agustus, Initial Jobless Claims yang turun melebihi ekspektasi dan perhitungan pertumbuhan GDP AS yang tidak berubah dari perhitungan sebelumnya, 2.5% di Kuartal II 2013.





Data-data Amerika Serikat di luar ekspektasi menunjukkan penurunan tingkat pengangguran sebanyak 5000 orang menjadi 305000 di minggu yang berakhir pada 21 September 2013. Data tersebut memberi sinyal penguatan ekonomi tercermin dari membaiknya sektor ketenagakerjaan yang membuat kemungkinan tapering oleh the Fed meningkat.

Data-data ekonomi Amerika Serikat lainnya seperti data pengeluaran konsumsi akan dirilis pada hari ini.

Secara teknikal IHSG membentuk pola morning star setelah sempat menembus MA50 dan pullback bullish trend. Namun IHSG tidak mampu closing di atas MA50. Secara pergerakan, stochastic sudah terlihat jenuh di area oversold, yang mengindasikan potensi golden cross. Kisaran support resitance IHSG pada 4388-4460 dengan proyeksi penguatan terbatas. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain AKRA, ASRI, WIKA, BBRI.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top