Indeks saham di Asia melemah akibat profit taking dan kewaspadaan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini namun indeks saham utama di Jepang menguat didorong berita Lawrence Summers akan menjadi ketua the Fed yang akan datang.

Debat di Washington terfokus pada apakah Presiden Barack Obama akan memilih Summers atau Wakil Ketua th Fed Janet Yellen untuk menggantikan Ben Bernanke yang masa baktinya sebagai ketua bank sentral AS berakhir di bulan Januari tahun depan.

IHSG maju 18.9 poin (0.43%) dan ditutup di level 4375.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.1 poin (0.29%) ke level 736.7. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing meroket 303.2 poin (7.44%) dan 60.7 poin (8.97%). Investor asing Jumat lalu menarik  IDR287.1miliar keluar dari pasar saham domestik, hanya sedikit mengurangi total aliran dana asing minggu lalu yang sebesar IDR2.08 triliun. 

Indeks saham di Eropa naik tipis seiring investor berusaha menimbang apakah data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat akan memperkuat atau nahkan memperlemah argumen bagi pengurangan program stimulus dari Federal Reserve.

Data University of Michigan/Reuters Consumer Sentimen Index untuk bulan September turun ke level 76.8, terendah sejak April dari 82.1. 

Retail Sales tumbuh 0.2% di bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar, namun penjualan ritel di bulan Juni dan Juli di revisi ke atas. Producer Price Index (PPI) melompat 0.3% di bulan Agustus , jika tanpa harga bahan makanan dan energi, core PPI tidak berubah.

Business Inventories tumbuh 4% di bulan Juli, penambahan terbesar dalam 6 bulan terakhir.

Indeks saham utama di Wall Street naik, dengan DJIA memcatatkan kinerja mingguan terbaik sejak Januari, seiring dengan redanya kekhawatiran mengenai Suriah dan investor menantikan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top