Indeks saham di Asia bergerak mixed karena kekecewaan atas data survei manufaktur China membayangi perbaikan data survei manufaktur Jepang.

Sesi perdagangan relatif sepi karena investor bersikap wait and see menjelang berlangsungnya pertemuan bank sentral di Jackson Hole Kamis malam.

Perhitungan awal (flash) data Purchasing Managers’ Index (PMI) China turun ke level 50.3, terendah dalam 3 bulan dari level 51.7 di bulan Juli yang juga merupakan level tertinggi dalam 18 bulan.

Perhitungan awal (flash) data Markit/JMMA PMI Jepang lompat ke level 52.4, naik dari level 50.5 di bulan Juli dan merupakan level tertinggi sejak bulan Maret tepat sebelum berlakunya kenaikan pajak penjualan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 16 poin (0.31%) ke level 5206.1, tertinggi dalam sejarah. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 3.2 poin (0.36%) ke level 889.7. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR409.7 miliar.

Indeks saham di Eropa secara umum menguat karena investor mengabaikan data Purchasing Managers’ Index (PMI) negara zona Euro yang keluar beragam dan justru menggunakan pelemahan indeks belakangan ini sebagai kesempatan untuk membeli.

Data PMI yang keluar dari Eropa cukup beragam. Perhitungan awal (flash) data Composite PMI zona Euro lebih buruk dari ekspektasi, khususnya sektor manufaktur yang memperlihatkan tanda pelemahan.

Aktifitas pabrikan pada bulan Agustus masih berada dalam teritori ekspansif di level 50.8 yang merupakan level terendah dalam 13 bulan.

Indeks saham utama di Wall Street naik, dengan indeks S&P 500 kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi dan mendekati level psikologis 2000 karena investor menyambut baik data ekonomi Existing Home Sales, Philadelphia Fed Survey, Manufacturing PMI dan Initial Jobless Claims.
 
Investor juga menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole mengenai pasar tenaga kerja. Jumat malam.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa dan Amerika ditutup naik kemarin. Investor kini menunggu isyarat dari pidato Janet Yellen dan Mario Draghi pada Jackson Hole Symposium di akhir pekan ini mengenai kebijakan apa yang mungkin akan diterapkan di Amerika dan Uni Eropa. Selain kenaikan suku bunga The Fed yang telah terungkap dalam FOMC Minutes kemarin, investor global juga mengharapkan kebijakan stimulus baru dari ECB yang masih berjuang mengatasi perlambatan pertumbuhan dan rendahnya inflasi. Dari dalam negeri, ditolaknya gugatan sengketa pilpres oleh MK menjadi penguat keputusan KPU dalam menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sehingga diharapkan dapat menjadi momentum yang dapat mengembalikan kepercayaan investor. Saat ini, empat tugas utama bagi Jokowi-JK adalah menyusun kabinet, merivisi RAPBN 2015, menekan subsidi BBM, dan meredam defisit transaksi.

Secara teknikal IHSG mengubah Cycle dari Elliot wave dengan memperpanjang wave 3 dan membuat wave 5 baru dengan target ideal 5265. Indikator stochastic masih bergerak bullish memasuki area overbought dengan momentum RSI yang cenderung consolidasi. Diprediksikan IHSG akan bergerak menguat dengan range pergerakan 5175 - 5225.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top