Indeks saham di Asia naik dan memperoleh kembali kestabilan akhir pekan lalu setelah rally besar di wall Street dandi dorong oleh optimisme data Non-Farm Payrolls akan menghapus keraguan atas pertumbuhan global.
Bagi sebagian besar investor yang mengharapkan negara maju, khususnya AS, memimpin pertumbuhan ekonomi global tahun ini, bukti kuat pertumbuhan yang sehat pada data pasar tenaga kerja AS akan mempertebal keyakinan yang selama ini mereka pegang teguh.
Ketenangan di emerging markets dalam beberapa hari terakhir ini juga membantu meredakan kekhawatiran sejumlah negara emerging markets akan menderita gejolak yang lebih besar jika aliran keluar dana asing terus berlanjut.
IHSG naik 42 poin (0.95%) ke level 4466.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 8.2 poin (1.11%) ke level 751. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing maisng menguat 47.9 poin (1.08%) dan 9.3 poin (1.25%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy sebesar IDR623.5 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor mengabaikan data Non-Farm Payriolls AS yang keluar lebih rendah dari ekspektasi seiring dengan cuaca dingin dan berbagai badai besar menghambat proses rekrutmen pegawai baru.
Data Non-Fram Payroll AS bertambah 113,000 di bulan Januari, menyusul penambahan 75,000 di bulan Desember. Tingkat pengangguran turin menjadi 6.6%.
Jerman meminta Mahkamah Ahung Eropa untuk memutuskan apakah bank sentral Eropa (ECB) telah melebihi otoritasnya dengan Outright Monetary Transaction (OMT), mekanisme yang memungkinkan ECB membeli Surat Utang negara zian Euro yang sedang tertekan jika yield melampaui level tertentu, sehingga negara itu kesulitan melunasi utangnya.
Indeks saham utama di Wall Street rally akhir pekan lalu karena investor menilai data Non-Farm Payrolls tidaklah terlalu mengecewakan.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Sentimen positif dari AS seperti meningkatnya Nonfarm Payrolls dan menurunnya Unemployment Rate Januari 2014 berpotensi mendongkrak kinerja IHSG. Sedangkan dari dalam negeri, BI menyatakan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Januar 2014 mencapai USD 100,7 miliar, meningkat USD 1,3 miliar dari posisi akhir Desember 2013 sebesar USD 99,4 miliar.
IHSG dibuka gap up break out resistance bergerak pada trend positif (bullish trend) untuk jangka menengah kemarin. Indikator Stochastic yang bergerak menguat terbuka hingga sedikit berada di area overbought begitu juga dengan momentum dari RSI dan William %R, hal ini mengindikasikan penguatan IHSG terbatas. Diprediksikan IHSG akan bergerak cukup fluktuatif menguat terbatas diwarnai aksi profit taking pada awal pekan nanti. Support resistance IHSG berada pada kisaran 4447-4480. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain BKSL, JSMR, LPKR, UNTR.
0 comments:
Post a Comment