Perdagangan di indeks saham di Asia sepi pada hari terakhir perdagangan minggu lalu setelah laporan keuangan sejumlah emiten di AS tidak begitu menggembirakan dan menghentikan rally 2 hari di Wall Street.
Investor juga mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke yang mengatakan bank sentral seharusnya memberikan ekonomi AS stimulus yang diperlukan meskipun kekhawatiran bahwa Quantitative Easing mungkin mendestabilisasi sistem finansial.
Perhatian sekarang tertuju pada rilis data GDP Kuartal IV China hari ini. Banyak pengamat memprediksi GDP melambat menjadi 7.6% di Kuartal IV dari 7.8% di kuartal sebelumnya. Jika ini benar terjadi, maka GDP China untuk tahun 2013 akan mencapai 7.7%, terendah sejak 1999.
IHSG berakhir flat dan berada di level 4412 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun 1 poin (-0.14%). Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing meroket 157.3 poin (3.70%) and 33.9 poin (4.77%).
Di pimpin oleh saham sektor pertambangan, indeks saham di Eropa secara umum menguat dan mencatatkan kenaikan mingguan yang solid setelah data Penjualan Ritel Inggris melompat melebihi ekspektasi.
Penjualan Ritel di Inggris tumbuh 5.3% di bulan Desember, laju kenaikan tercepat dalam hampir 9 tahun, jauh di atas ekspketasi analis dan merupakan sebuah tanda keinginan konsumen untuk berbelanja seiring membaiknya kondisi ekonomi Inggris.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street turun seiring tertekannya sentimen oleh kekecewaan atas kinerja keuangan sejumlah emiten seperti Intel, UPS, Morgan Stanley dan General Electric. Namun indeks DJIA berhasil menguat dan mencatatkan kenaikan minggguan yang pertama tahun ini.
Sentimen Konsumen di bulan Januari turun ke level 80.4 dari 82.5 di bulan Desember. Konstruksi rumah baru di AS dan pengajuan IMB berkurang turun di bulan Desember setelah sempat melonjak di bulan November sementara Industrial production menguat tipis.
Indeks saham Asia memulai minggu ini dengan pergerakan turun setelah indeks saham di AS bergerak mixed akhir pekan lalu dan menjelang keluarnya data ekonomi China.
China merilis data GDP Kuartal IV siang ini dimana ekonomi China tahun 2013 diperkirakan akan mencatatkan kinerja terburuk dalam 14 tahun. Sejumlah data ekonomi untuk bulan Desember seperti Retail Sales, Fixed Asset Investment dan Industrial Production juga akan di rilis hari ini.
Melihat lonjakan IHSG minggu lalu dan mengantisipasi data ekonomi China yang lebih buruk dari estimasi, kami perkirakan IHSG hari masih berpotensi bergerak sideway dengan kecenderungan melemah. IHSG akan berfluktuasi dalam kisaran perdagangan 4363 – 4461

0 comments:
Post a Comment