Mayoritas indeks saham di Asia turun seiring dengann investor mencerna sejumlah data ekonomi China dan mengabaikan penutupan indeks saham di AS yang kembali memecahkan rekor.

Pertumbuhan output pabrikan dan investasi di China sedikit mereda di bulan November sementara penjualan ritel tumbuh pada laju tercepat tahun ini, indikasi ekonomi China berada di jalur yang benar untuk mencapai target pertumbuhan Pemerintah tahun ini. 

Data Industrial Production tumbuh 10% (Y/Y) di bulan November, terrendah dalam 4 bulan dan sedikit dibawah ekspektasi. Data Retail Sales, ukuran penting Konsumsi, tumbuh 13.7% (Y/Y) di bulan November. Ini adalah pertumbuhan tercepat sejak Desember 2012 dan lebih baik dari ekspektasi.

Fixed Asset Investment, pendorong penting aktifitas ekonomi, naik 19.9% (Y/Y) pada 11 bulan tahun ini, terlemah dalam satu dekade terakhir. Real Estate Investment tumbuh 19.5% (Y/Y)  pada 11 bulan tahun ini, naik dari 19.2% (Y/Y) selama periode Januari – Oktober.

Semua data ini keluar setelah para pemimpin China memulai pertemuan tertutup untuk memetakan rencana ekonomi dan reformasi di tahun 2014.

Melawan arus pergerakan turun indeks regional, IHSG lompat 61.3 poin (1.46%) dan ditutup di level 4275.7 semantara indeks Blue Chip LQ-45 meroket 14 poin (1.99%) ke level 713.8. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR53.5 miliar.

Indeks saham di Eropa turun setelah data ekonomi China dan sejumlah negara Eropa memberikan gambaran yang mixed mengenai kondisi ekonomi di wilayaj masing masing, sementara spekulasi tapering di AS juga menambah tingkat ketidakpastian.

Di Perancis, Industrial Production secara tak terduga turun 0.3% di bulan Oktober, melanjutkan penurunan 0.3% di bulan September. Sementara di Italia, Industrial Production tumbuh 0.5% di bulan Oktober.

Indeks saham utama di Wall Street melemah. Dengann tidak adanya riis data ekonomi, investor mengalihkan fokus pada proses negosiasi anggaran di Capitol Hill dan terus menimbang apakah penarikan stimulus akan terjadi pada pertemuan Federal Reserve minggu depan. 


Pembicaraan mengenai batas utang US telah mencapai titik terang, akhirnya partai republik di AS setuju untuk menaikan batas utang AS ke level USD1,012 triliun walaupun relatif lebih rendah dari apa yang diajukan partai demokrat, hal ini untuk mencegah potensi government shut down di tahun mendatang. Data tenaga kerja yang diterbitkan menunjukan kenaikan. Hal ini menjadi pendorong akan kemungkinan the FED mulai mengurangi pembelian surat hutang pemerintah yang akan diumumkan pada tanggal 17-18 desember mendatng. sentimen-sentimen ini direspon negatif oleh sebagian besar investor pasalnya recovery ekonomi di AS dipandang masih rentang dan lamban.

Sentimen regional kemungkinan tidak akan berdampak banyak pada pergerakan IHSG hari ini karena secara teknikal IHSG telah mengkonfirmasi breaks out bearish trendline jangka pendek dan berhasil Golden-cross dengan MA7, Indikator stochastic terlihat %K dan %D crosing diarea moderate (30.1 range) mengindikasikan adanya pergerakan pelanjutan dari penguatan IHSG. Range pergerakan IHSG berada pada support resistance 4221 - 4294 - 4313 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain DILD, CPIN, MAPI, ICBP, KLBF, JPFA, BBCA, SMGR, BMRI, GJTL, dan MTLA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top