Indeks saham di Asia me3mulai perdagangan di bulan Desember dengan pergerakan mixed menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting di AS; GDP Kuartal III pada hari Kamis, ISM Manufacturing Index hari Senin dan Non-Farm Payrolls pada hari Jumat, ditambah lagi dengan pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang terakhir untuk tahun ini.

Sebagai bukti ekonomi nomor 2 di dunia mengalami proses pemulihan yang lambat, menurut 2 survei yang berbeda sektor manufaktur China hampir tidak ekspansi di bulan November, tumbuh sama dengan laju pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Data HSBC Purchasing Managers’ Index (PMI) turun ke level 50.8 dari 50.9 di bulan Oktober, namun lebih baik dari perhitungan awal 50.4, indikasi industri manufaktur China yang masif semakin membaik meskipun sangat sedikit.

Data ini menyusul survei resmi Pemerintah China yang dirilishari Minggu yang memperlihatkan pabrikan China tetap tumbuh stabil pada level tertinggi dalam 18 bulan ditopang oleh permintaan domestik dan asing.

IHSG terbang 65.5 poin (1.54%) dan di tutup di level 4322 dengan markat Breadth yang sanagt positif karena jumlah saham naik hampir 3 kali jumlah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 14.9 poin (2.11%) ke level 719.7. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR85.8 miliar.

Mayoritas indeks saham di Eropa turun dengan investor berusaha mencerna serangkaian data manufaktur dari China dan negara negara besar di Eropa.
Untuk zona Euro secara keseluruhan, perhitungan akhir (Final) Manufacturing PMI naik ke level 51.6 di bulan November dari perhitungan awal (Flash) 51.5. Namun data PMI yang mengecewakan dari Perancis dan Spanyol menambah kekhawatiran mengenai kesehatan kondisi ekonomi zona Eurpo secara umum.

Indeks saham utama di Wall Street melemah dengan DJIA sempat berada di bawah level 16,000 pada menit menit akhir sesi perdagangan karena investor memperdebatkan apakah rally sekatang ini sudah terlalu panjang atau berlebihan. 


IHSG diprediksi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari dalam negeri di mana tekanan neraca perdagangan mengendur. Pada Oktober 2013, neraca perdagangan membukuan surplus USD 42,4 juta dibanding bulan sebelumnya defisit USD 810 juta. Serta, inflasi bulan November juga melandai mencapai. Inflasi bulanan mencapai 0,12%. Dari luar negeri, tanda-tanda perekonomian AS yang semakin membaik menguatkan spekulasi bahwa The Fed akan melakukan tapering stimulus.

Secara teknikal IHSG telah mengkonfirmasi pola candle piercing line yang terbentuk pada perdagangan akhir november kemarin yang memberikan potensi yang cukup kuat untuk kembali menguat. IHSG juga telah berhasil tutup menembus bearish trend jangka pendeknya pada level 4300 serta berhasil goldencross dengan MA7 dilevel 4278. Range pergerakan IHSG dengan support resistance 4266-4372 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ADRO, AKRA, ASII, BBCA, CPIN, IMAS, SMCB, UNTR, WIKA, WSKT.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top