Indeks saham di Asia naik di tengah menguatnya ekspektasi federal reserve tidak akan mulai mengurangi stimulus moneter hingga paling tidak Kuartal I tahun depan dan seiring dengan bergersernya perhatian investor pada musim laporan keuangan di Asia.
Pelaku pasar di Asia akan di sibukkan oleh pertemuan kebijkan bank sentral, diantaranya Federal Reserve, Bank Of Japan (BOJ) dan Reserve Bank Of India (RBI) serta ditambah lagi dengan rilis sejumlah data penting dari ekonomi terbesar di kawasan Asia.
RBI akan memulai pertemuan hari ini sementara Federal Reserve akan menutup pertemuan 2 harinya pada hari Rabu dan BOJ akan bertemu paada hari Kamis.
Dari sisi ekonomi, Jepang hari ini akan merilis data Belanja Rumah Tangga, Tingkat Pengangguran, Industrial Output dan Penjualan Ritel. Di China, Jumat kemungkinan besar akan diwarnai dengan rilis data resmi Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Oktober dan perhitungan akhir data PMI bulan Oktober versi HSBC.
IHSG merangkak naik 9.7 poin (0.21%) dan di tutup di level 4590.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 naik tipis 1 poin (0.14%) ke level 772.8. Investor asing membukukan Net Sell IDR51.8 miliar.
Indeks saham di Eropa turun tipis tertekan oleh kekecewaan dari laporan keuangan dan karena investor tetap bersikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Indeks saham utama di Wall Street berakhir mixed setelah data Industrial Production keluar melebihi ekspektasi sementara data Pending Home Sales keluar di bawah ekspektasi. Investor juga terlihat enggan memberi respon atas rilis laporan keuangan emiten menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve.
IHSG berpeluang menguat pekan ini dengan beberapa katalis utama di antaranya data dari Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan pertumbuhan pada factory output di bulan September yang disertai dengan jumlah pembelian rumah yang mengalami penurunan terbesar dalam 3 tahun. Hal ini semakin memperkuat dugaan akan ditundanya tapering oleh the Fed.
Dari dalam negeri, inflasi diperkirakan berada pada level 0.4%, yang relatif rendah dan dapat memberi katalis positif bagi saham-saham di sektor properti, konstruksi, dan perbankan. Lebih jauh, laba perusahaan-perusahaan BUMN sektor konstruksi yaitu ADHI dan PTPP tumbuh melebih 100% secara year on year di kuartal ke 3 2013, hal ini terjadi kendati nilai kontrak di kuartal ke 3 mengalami penurunan dari tahun lalu.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal bearish consolidation dengan stochastic berada pada area overbought. Stop loss level pada 4568 dengan potensi pelemahan hingga 4457 jila stop loss level ditembus. Range support resistance IHSG pada 4568-4702, dengan rekomendasi trading buy untuk PGAS, TLKM, speculative buy untuk BMTR, dan buy untuk ICBP.

0 comments:
Post a Comment