Indeks saham di Asia ditutup mixed karena berita Wakil Ketua Federal Reserve dinominasikan mengepalai bank sentral AS hanya berhasil sedikit mengangkat sentiment investor yang tertekan oleh peringatan IMF mengenai ekonomi global.
Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama akan menominasikan Janet Yellen sebagai pengganti Ben Bernanke. Beliau adalah sekutu terdekat Bernanke dan selama ini menjadi arsitek penting dari usaha the Fed untuk mempertahankan suku bunga di tingkat yang super rendah untuk menopang ekonomi AS, sehingga pencalonan Janet Yellen di lihat sebagai tanda Quantitaive Easing akan berlanjut.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan bahwa kegagalan menaikkan batas utang (debt ceiling) AS akan mencederai ekonomi dunia. IMF memprediksi ekonomi global akan tumbuh 2.9% tahun ini dan 3.6% di 2014.
Data HSBC Composite PMI untuk sektor Manufaktur dan Jasa (Services) Emerging Markets merangkak naik ke level 50.8 di bulan September dari 50.7 di bulan Agustus, indikasi pemulihan yang berjalan lambat karena terus menciutnya bisnis yang sudah ada sementara peluang usaha semakin sulit di dapat.
IHSG naik 24.9 poin (0.56%) dan di tutup di level 4457.4 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 5.5 poin (0.74%) ke level 748.7. Investor asing mencatatkan Net Buy IDR134 miliar.
Mayoritas indeks saham di Eropa turun karena investor menyikapi kebuntuan pembahasan anggaran AS dan berita bahwa Janet Yellen telah di nominasikan sebagai ketua Federal Reserve yang akan datang. Namun, indeks saham di Spanyol dan Italia rally setelah SUN negara negara itu laku terjual pada acara lelang, memperbaiki sentimen atas ekonomi Eropa Selatan.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan DJIA dan S&P 500 rebound setelah 2 hari turun, di dorong oleh pembicaraan untuk mengakhiri penutupan roda pemerintahan yang sudah memasuki hari ke 9 dan seminggu sebelum kewenangan untuk meminjam oleh Kementerian Keuangan AS berakhir.
IHSG diprediksi menguat terbatas dengan sentimen dari Amerika Serikat di mana Presiden Obama mencalonkan Janet Yellen yang terkenal dovish sebagai calon gubernur the Fed. Janet Yellen diperkirakan akan menjalankan kebijakan tapering secara perlahan yang mencegah perginya dana asing secara tiba-tiba dari pasar negara-negara berkembang.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menerbitkan peraturan mengenai transaksi lindung nilai valuta asing dinilai berpotensi menurunkan permintaan akan valas di pasar spot. Hal ini dapat memberi katalis positif bagi nilai tukar rupiah.
Secara teknikal, IHSG memberi indikasi bullish continuation, dengan stochastic memasuki area overbought yang memberikan potensi penguatan terbatas. Stop loss level pada 4417, dengan upside target di 4514. Rekomendasi speculative buy untuk SGRO, ICBP, partial sell untuk ANTM, MNCN.

0 comments:
Post a Comment