Turun di sesi awal perdagangan, indeks saham di Asia berbalik arah memasuki teritori positif di dorong oleh investor yang melakukan bargain hunting dan memperoleh optimisme kebuntuan politik di AS akan cair sebelum tanggal 17 Oktober.

Pelaku pasar merasa sedikit lega mendengar Presiden Barack Obama mengatakan akan menerima kenaikan jangka pendek batas utang (debt ceiling) AS untuk menghindari gagal bayar dan memberi partai politik waktu yang lebih panjang dalam menegosiasikan solusi jangka panjang.

Surplus Neraca Berjalan Jepang anjlok di bulan Agustus akibat penurunan repatriasi keuntungan korporasi Jepang di luar negeri dan defisit Neraca Perdagangan yang kronis, sehingga menimbulkan keraguan atas kemampuan Jepang untuk bergantung pada statusnya sebagai Net Creditor dalam meringankan beban utang yang dipikul negara itu. Penurunan 63.7% (Y/Y) surplus Neraca Berjalan ini adalah yang terbesar dalam hampir 2 tahun. 

Aktifitas sektor Jasa (Services) China di Kuartal II terlihat mencapai kestabilan lebih cepat dari perkiraan. Data HSBC China Services Purchasing Managers’ Index (PMI) turun ke level 52.4 di bulan September dari 52.8 di bulan Agustus.

IHSG naik 57.5 poin (1.32%) dan di tutup di level 4432.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 11.9 poin (1.62%) ke level 743.2. Investor asing menarik IDR93 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa bergerak turun tajam setelah data memperlihatkan pertumbuhan sektor Jasa (Services) China melambat di bulan September dan investor khawatir mengenai pembekuan aktifitas Pemerintahan di AS sementara tenggat waktu (deadline) penentuan batas utang (debt ceiling) AS semakin dekat.

Indeks saham utama di Wall Street turun tajam di picu oleh kehawatiran yang semakin besar atas kebuntuan pembahasan anggaran di Washington, dengan pembekuan aktifitas Pemerintahan di AS secara parsial telah memasuki minggu kedua tanpa adanya tanda tanda akan segera berakhir atau indikasi penambahan batas utang (debt ceiling) AS.

IHSG diprediksi menguat terbatas didasari oleh positifnya data-data perekonomian Indonesia mulai dari inflasi, data perdagangan, serta cadangan devisa yang memberi sinyal recovery didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan BI rate pada level 7.25%, atau tetap seperti bulan sebelumnya.

Meskipun demikian, sentimen positif dalam negeri dapat tertekan oleh sentimen global yang datang dari IMF, di mana IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 2.9% pada 2013 dan 3.6% pada 2014, atau direvisi turun 0.3% dan 0.2%. Masih dari luar negeri, Institute of International Finance (IIF) memprediksi aliran modal global ke pasar negara-negara berkembang akan turun menjadi USD1,06 triliun di 2013 dan USD1.03 triliun di 2014, turun dari USD1.14 triliun di 2012.

Secara teknikal, IHSG memberikan sinyal bullish reversal setelah menembus resistancenya kemarin. Stochastic berada pada level moderate dengan potensi penguatan terbatas. Bill William menunjukkan positive momentum, menembus fraktal dan menunjukkan sinyal bullish continuation. Stop loss level pada 4355, dengan upside target 4514. Range support resistance di 4417-4514, dengan rekomendasi speculative buy untuk AALI, ACES, BMTR, dan rekomendasi buy untuk SMGR.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top