Mayoritas indeks saham di Asia melemah di dorong oleh munculnya kekhawatiran atas kemungkinan lumpuhnya roda Pemerintahan di Washington dan ketidakjelasan sinyalemen kebijakan moneter AS yang memaksa investor mengambil sikap waspada.
Pemerintah AS akan mencapai batas maksimal utang (debt ceiling) pada 1 Oktober. Jika Kongres tidak menaikkan batas tersebut, maka Pemerintahn tidak akan bisa membayar semua tagihan, kemungkinan menggoyang kepercayaan pada ekonomi terbesar di dunia.
Ini artinya hanya tersisa beberapa hari lagi bagi Gedung Putih dan Partai Republik, 2 pihak yang mempunyai pandangan sangat berbeda berkaitan dengan pemangkasan anggaran dan berbagai isu penting lain, untuk mencapai kompromi.
Investor juga akan terus memonitor komentar dari para pejabat tinggi Federal Reserve untuk menebak kapan the Fed akan mulai mengurangi stimulus moneternya. Data ekonomi AS yang di rilis Selasa lalu tidak banyak membantu menentukan kapan the Fed akan bertindak.
Data yang satu mengatakan harga rumah di AS mencatatkan laju pertumbuhan terbesar dalam 7 tahun sementara data lain memberitahu tingkat kepercayaan masyarakat AS pada ekonomi turun di bulan September.
IHSG turun 53.6 poin (-1.20%) dan ditutup di level 4406.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 berkurang 12.2 poin (-1.62%) ke level 737. Investor asing menarik IDR571.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Mayoritas indeks saham di Eropa karena sentiment tertekan oleh diskusi di antara politisi AS mengenai kenaikan batas utang (debt ceiling) dan berbagai kesulitan yang dihadapi untuk mencapai kompromi.
Indeks saham utama di Wall Street turun, dengan indeks S&P 500 mencatatkan trend penurunann terpanjang sejak Desember, karena kemungkinan berhentinya aktifitas Pemerintahan mengalahkan data ekonomi yang keluar lebih baik dari ekspektasi.
Data New Home Sales tumbuh 7.9% di bulan Agustusmenjadi 421,000 unit, namun bertahan di dekat level terendahnya tahun ini. Data mingguan Mortgage Application naik dan Durable Goods Orders tumbuh 0.1% di bulan Agustus.
IHSG masih diwarnai ketidakpastian sehubungan dengan kebijakan moneter dan fiskal di Amerika Serikat mengenai tapering dan anggaran belanja pemerintah.
Data-data permintaan durable goods di Amerika Serikat menunjukkan peningkatan di bawah perkiraan, yang memberi sinyal peningkatan pengeluaran sektor usaha masih membutuhkan waktu yang lebih lama. Sementara itu, penjualan rumah baru meningkat 7.9%, atau berkisar di angka ekspektasi analis, dan lebih baik dari bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 14.1%.
Secara teknikal IHSG berada pada critical point setelah menembus support levelnya kemarin. Candlestick membentuk spinning bottom candle pattern, dengan potensi pembentukan pola morning star. Stochastic berada pada bearish momentum mendekati area oversold, mengindikasikan potensi pelemahan terbatas. Kisaran support-resistance IHSG pada hari ini 4306-4417, dengan stop loss level di 4350. Speculative buy untuk AALI, MNCN, dan BBNI. Trading buy untuk TLKM.

0 comments:
Post a Comment