Indeks saham di Asia melemah dan USD menguat karena investor, yang menyambut gembira mundurnya Lawrence Summers sebagai kandidat ketua Federal Reserve yang baru, mengkonsolidasikan posisi mereka menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve.
IHSG turun tipis 4.6 poin (-0.10%) dan ditutup di level 4517.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.1 poin (-0.15%) ke level 765.6. Investor asing membukukan Net Buy IDR43.4 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah karena investor enggan mengambil posisi yang besar menjelang pertemuan Federal Reserve dimana pembuat kebijakan dapat memutuskan untuk mulai mengurangi program pembelian aset.
The Fed memulai pertemuan 2 hari pada hari Selasa dan banyak investor memperkirakan the Fed akan mulai mengurangi program pembelian set senilai $85 miliar per bulan setelah belakangan ini terlihat banyak tanda perbaikan pada ekonomi AS.
Kalendar ekonomi terbilang ringan di Eropa, dengan hanya data ZEW Index jerman yang mencuri perhatian. ZEW economic sentiment index Jerman naik ke level 49.6 di bulan September dari 42.0 di bulan Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 46.0.
Namun, ternyata kenaikan data ZEW economic sentiment index ini pun gagal mengangkat indeks saham ke teritori positif.
Indeks saham utama di Wall Street naik, dengan S&P 500 tutup di atas level 1,700 untuk pertama kali sejak awal Agustus, setelah Microsoft menaikkan pembayaran dividen sebesar 22% dan mengumumkan rencana untuk buyback saham dan karena pelaku pasar menantikan kebijakan moneter yang akan di umumkan federal Reserve Rabu malam.
Sentimen yang mewarnai IHSG masih berkisar tentang pengurangan jumlah stimulus oleh the Fed yang akan dimulai pada bulan ini. Isu ini telah membuat biaya mortgage bagi rakyat AS meningkat dan menekan permintaan akan rumah serta mendorong pemutusan hubungan kerja pada beberapa perusahaan seperti Bank of America Corp. dan Wells Fargo & Co.
Hal tersebut menggambarkan tapering oleh the Fed akan berdampak pada pengetatan kredit di negara tersebut dan berpotensi mengurangi peredaran uang global yang selama ini mengalir ke negara-negara berkembang. Kurs rupiah ditutup melemah pada level USD/IDR 11.400, yang mana dapat memberi tekanan pelemahan bagi IHSG.
Secara teknikal IHSG diprediksi menurun terbatas dengan stochastic yang berada pada level overbought dan candlestick yang membentuk pola northern star, mengindikasikan sinyal pembalikan arah. Kisaran support resistance untuk esok hari berada pada level 4419-4535. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain AALI, INCO. Rekomendasi sell untuk BMTR, AKRA, WIKA.

0 comments:
Post a Comment