Indeks saham di Asia naik di dorong oleh data ekonomi Jepang dan China serta redanya kekhawatiran atas Suriah setelah Rusia menawarkan untuk menekan Damaskus menyerahkan senjata kimianya dibawah kendali internasional.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov beerjanji untuk menekan Suriah, sekutu Rusia untuk menempatkan senjata kimianya dibawah kendali internasional dan kemudian memusnahkan senjata kimia tersebut untuk menghindari serangan AS. Menteri Luar Negeri Suriah Walid-al-Moallem segera menyambut proposal itu.

Data Industrial Production dan Retail sales China yang positif menambah panjang bukti bahwa pelemahan ekonomi mungkin sudah mencapai dasar (bottom out). Industrial Production tumbuh 10.4% (Y/Y), mengalahkan prediksi kenaikan 9.9%. Sementara itu, penjualan ritel menanjak 13.4% dan investasi aset tetap (fixed Asset investment) tumbuh 20.3% (Y/Y) dari Januari-Agustus. Kedua data terakahir juga mengalahkan estimasi pasar. 

Dengan 3 komponen utama pendorong ekonomi China (ekspor, investasi dan konsumsi) semuanya rebound di bulan Agustus, pertumbuhan GDP Kuartal III diperkirakan dapat mencapai lebih dari 7.6%, lebih tinggi dari pertumbuhan 7.5 di Kuartal II. 

IHSG terbang 166.9 poin (3.98%) dan ditutup di level 4358.1 dengan Market Breadth yang sangat positif. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 38.2 poin (5.45%) ke level 738.1. Investor asing mencatatkan Net Buy IDR1.57 triliun.

Indeks saham di Eropa menguat seiring redanya ancaman aksi militer Barat terhadap Suriah dan membaiknya sentimen investor setelah sejumlah data ekonomi China keluar melebihi ekspektasi. Perhitungan akhir pertumbuhan GDP Kuartal II Italia adalah -0.2% (QoQ), sesuai dengan perkiraan. 

Indeks saham utama di Wall Street rally dengan S&P 500 memperpanjang kenaikan selama 6 hari beruntun, terpanjang sejak pertengahan Juli, pasca rilis data ekonomi China dan ditengah berlangsungnya diplomasi mengenai konflik Suriah. Mulai 23 September, Goldman Sach, Visa dan Nike akan menggantikan Alcoa, BofA dan Hewlett-Packard sebagai komponen dalam indeks Dow Jones Indsutrial Average (DJIA).(relitrade.com)

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top