Kita tahu di jalan raya kita hendaknya mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, salah satunya adalah lampu lalulintas. Pada saat lampu merah kita harus berhenti, pada saat lampu kuning kita harus hati-hati dan pada saat lampu hijau kita harus jalan atau kita akan diklakson bahkan dicaci maki dari belakang. Pertanyaanya sesuai dengan topic yang saya angkat… apakah bijak kalau kita menerabas lampu merah. Jelas-jelas kita tahu pada saat lampu merah menyala kita HARUSNYA berhenti tapi nyatanya kita sering melihat atau bahkan kita sendiri malah tancap gas dan menerabasnya. Resiko apa yang ada di balik tindakan kita, bisa saja kita ditangkap polisi, bisa saja kita bertabrakan dengan kendaraan lain dari arah jalan yang berbeda, atau menabrak penjalan kaki, namun disisi lain kalau ternyata lewat dengan aman kita bisa mencapai tujuan dengan cepat tapi itu KALAU.. Dari konsekuensi yang ada lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya.
Nah para mitra investasi, mungkin anda bingung apa hubungannya topic ini dengan investasi saham.. Banyak makna yang dapat kita ambil dari kejadian sehari-hari ini. Lampu lalulintas adalah ibarat risk management kita, lampu merah adalah stop-loss kita. Mengesampingkan peraturan, prinsip-prinsip berinvestasi, kita tidak mesti berhenti pada saat lampu merah atau kita tidak mesti cut-loss pada saat level stop-loss kita ditembus. Tapi apakah bijak? Karena di balik tindakan menerabas tadi banyak konsekuensi-konsekuensi yang cenderung negative ketimbang positive. Ada baiknya kita mematuhi rambu-rambu yang ada dalam berinvestasi, pada saat level stop-loss disentuh lakukanlah cut-loss sebelum kerugian kita menjadi tidak terkendali, dan pada saat trailing stop kita tersentuh, lakukan stop-profit sebelum profit kita menyusut semakin kecil. Sering saya mengatakan setiap sesi mentoring saya, apapun itu yang penting judulnya U (untung), bukan R (rugi) dan bukan N (nyangkut).
Tips yang tidak kalah pentingnya untuk semakin melengkapi risk management anda, sebisa mungkin berhentilah tepat pada garis lampu lalu lintas, sedikit sebelum garis akan lebih aman, jangan sampai lewat garis. Analogi ini, juallah pada level stop-loss atau trailing stop, kedua level ini naik lebih dekat ke harga beli atau harga pasar saham yang anda miliki akan lebih baik, tapi tidak boleh turun. Ingat jangan “Cut your profits fast and let your losses run” tapi harus “Cut your losses fast and let your profits run”.(Happy Profit Trading, Wilson Sofan)

0 comments:
Post a Comment