Singapura - Pertumbuhan ekonomi Singapura lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya pada kuartal kedua. Pertumbuhan ekonomi itu didukung dari output manufaktur yang didukung sektor biomedis dan elektronik. Produk domestik bruto (PDB) naik 15,5% pada April-Juni 2013 dibandingkan yang diperkirakan pemerintah pada bulan lalu sekitar 15,2%. 

Pada kuartal pertama, ekonomi hanya tumbuh 0,2% dari estimasi awal 1,8%. Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, ekonomi tumbuh 3,8% dibandingkan estimasi sebelumnya 3,7%. Hal itu disampaikan Departemen Perdagangan Singapura, seperti dikutip dari Marketwatch, Senin (12/8/2013). Adapun output dalam sektor manufaktur naik 0,2% pada kuartal kedua dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang kontraksi 6,9%. 

Output sektor jasa tumbuh 5,5% sedangkan sektor konstruksi tumbuh 5,1%. Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi dari 2,5% menjadi 3,5% dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 1% menjadi 3%. "Sementara pertumbuhan ekonomi di negara maju sedikit lebih lemah dari yang diharapkan pada semester pertama tahun ini. 

Komdisi makro ekonomi global diharapkan tumbuh bertahap," dalam pernyataan MTI. Meski demikian, prospek pertumbuhan ekonomi global masih dipengaruhi zona euro yang kemungkinan tetap resesi. Prospek pertumbuhan ekonomi China tampak rapuh seperti kebijakan terbaru oleh negara itu untuk mengekang pertumbuhan kredit dapat membebani pertumbuhan investasi.(Inilah.com)

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top