Analisa Teknikal adalah suatu analisa saham dengan menggunakan historis harganya yang di catat dari hari kehari hingga tahun ketahun Analisa Teknikal dibagi menjadi dua yaitu: Analisa Teknikal Klasik dan Analisa Teknikal Modern, dalam Analisa Teknikal Classic yang perlu diperhatikan dan dipelajari yaitu mengenai pola-pola grafik, dimana pergerakan harga saham diidentifikasi dengan pola-pola grafik tertentu. Pola grafik tersebut terbagi menjadi dua yaitu reversal pattern (pembalikan) dan continuation pattern (lanjutan). 


Sedangkan  Analisa Teknikal Modern yang perlu diperhatikan dan dipelajari adalah indikator – indikator yang penerapannya menggunakan sistem komputer. Istilah indikator sering ditemui. Indikator adalah sekumpulan (time series) data (data point) yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadap data harga suatu saham. Data harga tersebut dapat berupa kombinasi dari harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), atau penutupan (close) dalam sebuah rentang periode. 



Beberapa indikator mungkin hanya menggunakan data harga penutupan saja, sedangkan yang lain juga menggunakan volume atau harga pembukaan dalam formulanya. Keputusan analisa teknikal dalam menjual dan membeli saham didasari oleh data – data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu, informasi data masa lalu itu yang akan mendasari prediksi atas pola prilaku harga saham di masa datang.

Analisa teknikal pertama kali digunakan untuk perdagangan agrikultur di Eropa pada awal abad ke-16. Kemudian sekitar tahun 1700-an di Asia tepatnya di Jepang tercipta teknik baru dalam analisa teknikal yaitu dengan menggunakan candle charts untuk menganalisa perdagangan beras di zaman tersebut.

Analisa  teknis  atau  lebih  dikenal  dengan  istilah  analisa  teknikal  adalah  merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend  suatu  harga  saham  dengan  cara  mempelajari  data  pasar  yang  lampau,  terutama pergerakan  harga  dan  volume.  Pada  awalnya  analisa  teknikal  hanya  memperhitungkan pergerakan  harga  pasar  atau  instrumen  yang  bersangkutan,  dengan  asumsi  bahwa  harga mencerminkan  seluruh  faktor  yang  relevan  sebelum  seorang  investor  menyadarinya  melalui berbagai cara lain. Analisa teknikal dapat menggunakan berbagai model dan dasar misalnya, untuk pergerakan harga digunakan metode seperti misalnya Indeks Kekuatan Relatif, Indeks pergerakan rata-rata regresi, korelasi antar pasar dan intra pasar, siklus ataupun dengan cara klasik yaitu menganalisa pola grafik.

Analisa Teknikal adalah suatu metode pengevaluasi saham, komoditas ataupun sekuritas lainnya dengan cara menganalisa stastistik yang dihasilkan oleh aktifitas pasar di masa lampau guna memprediksikan pergerakan harga di masa mendatang, yang di gambarkan pada Grafik atau Chart. Analisa Teknikal mengacu kepada trend (Keadaan Naik dan Turun) dan momentum (Peristiwa Jual dan Beli)  yang terdapat pada Indikator Analisa Teknikal. Biasanya Analisa Teknikal digunakan untuk menentukan keputusna investasi jangka pendek dan menengah.

Ada tiga pemikiran yang terjadi dasar pada teknikal analisis yaitu, 
  1. Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua faktor lain, 
  2. Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga, dan 
  3. Sejarah akan terulang. 

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top